| Data Diri | Biografi | Diskografi | Info Acara | Berita |  

    | 

Album Iwan Fals dalam Deretan Album Terbaik

[BERITA] Ini memang bukan berita baru. Pada Edisi Desember 2007, majalah Rolling Stones Indonesia sempat membuat deretan 150 album terbaik sepanjang masa. Dan beberapa album Iwan Fals baik yang solo maupun grup nangkring di deretan album terbaik tersebut.

Ini merupakan salah satu bukti kehandalan dan betapa prestasi yang diraih oleh seorang Iwan Fals sebagai penyanyi tidaklah sembarangan. Dari 150 Album Indonesia Terbaik sepanjang masa, Majalah RSI melalui telaah yang dilakukan, menempatkan 6 album di antaranya merupakan sumbangsih seorang Iwan Fals. (album terbaiknya sendiri dipegang oleh Badai Pasti Berlalu).

Ranking 008 - Album Swami 1 - 1989
Ranking 027 - Album Sarjana Muda - 1981
Ranking 064 - Album Kantata Takwa - 1990
Ranking 067 - Mata Dewa - 1989
Ranking 069 - Orang Gila - 1994
Ranking 090 - Aku Sayang Kamu - 1986

Bagaimanapun telitinya, penilaian memang tak ada dalam ruang hampa. Selalu ada sisi subjektivitas, betapapun kecilnya. Apakah Anda punya pendapat lain tentang album Iwan Fals bagus lainnya yang belum sempat nangkring di tanggal 150 album terbaik itu? (red) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals: Bukan cuma pejabat yang bisa korup, seniman pun bisa khilaf

[BERITA] Semilir angin dingin tak membuat ratusan orang yang berada di Gedung Indonesia Menggugat, Senin (9/11) ingin beranjak dari silanya. Mereka seolah tersihir oleh penampilan beberapa seniman dan musisi yang mengisi acara Bandung Mengenang Rendra (BMR) malam itu.

Acara BMR dengan tajuk “Konser Musik: Kantata Untuk Rendra” dari pukul 20.00 hingga 23.30 WIB. Dihadiri oleh dua sosok legendaris dari grup kenamaan itu, yaitu Sawung Jabo dan Iwan fals. Meskipun grup yang terkenal dengan lirik khas bertemakan kritik sosial itu tidak dalam formasi lengkapnya lagi. Namun, hal itu tidak membuat suasana menjadi sepi, ditambah lagi dengan kemunculan dadakan dari Iwan fals yang semakin membuat suasana semakin riuh.

Salah seorang panitia dan penggagas ide BMR, Herry Dim dalam pembukaannya menuturkan jika acara itu bukanlah persembahan untuk Rendra. “Rendra kini telah pergi dari kita. Tidak ada lagi sesuatu yang ia perlukan kecuali doa dari kita selaku seniman dan keluarganya, yang perlu dilanjutkan oleh kita dari Rendra adalah apa yang dia perjuangkan semasa hidupnya,” tuturnya.

"Rendra telah menyuarakan tentang kebebasan, keadilan, pendidikan yang terjangkau dan kemiskinan yang ada di bangsanya, dan itu tidak akan pernah mati dan berhenti. Kita semua baik seniman ataupun non seniman harus terus memperjuangkan itu,” beber Herry.

Sebelumnya Iwan fals memulai aksinya sendiri dengan memusikalisasi puisi Rendra yang berjudul Gerilya dan Tahanan. “Puisi Gerilya ini pernah dimuat di majalah Siasat tahun 1955, sedangkan Tahanan pernah dimuat di majalah Kisah tahun 1956,” imbuhnya.

“Saya pikir Rendra hanya untuk saya saja, tapi ternyata banyak juga yang mengenang Rendra malam ini. Saya tidak bisa menolak saat diminta hadir mengisi acara malam ini. Bagi saya ini adalah persembahan saya untuk Rendra dan saya bangga bisa hadir di sini, ini adalah mata air di antara ramainya outlet-outlet bisnis yang ada di Bandung,” ujar Iwan yang datang saat hujan lebat menguyur Bandung.

Dalam kesempatan itu Iwan Fals juga meminta izin dan permohonan maaf karena dirinya akan berangkat haji pada tanggal 19 November mendatang. "Bukan pejabat saja yang bisa korup, seniman juga bisa jadi melakukan khilafnya, saya minta maaf yang sebesarnya jika ada keselahan. Kepergian ke tanah suci ini untuk yang kedua kalinya, yang pertam untuk umrah. Awalnya dipaksa oleh keluarga sehingga seperti leher ditarik-tarik. Namun, Klo tidak seperti itu nampaknya kan sulit untuk berangkat," ujar pelantun lagu “Bongkar” itu.

Iwan berseloroh jika saat pertama kali ia ke Mekkah pada tahun 1975 saat masih duduk di bangku SMP, orang banyak yang heran, biasanya kalau orang pulang ke tanah air bawa air zam-zam saya malahan bawa gitar. “Eh, entah percaya atau tidak saya sekarang benar-benar menjadi musisi. Dan saat di sana saya juga berdoa agar menjadi musisi yang menyuarakan kebenaran dan keadilan. Alhamdulillah kini saya masih menyuarakan hal itu,” paparnya.

“Besok, saya di sana akan berdoa untuk masa depan Indonesia,” imbuh Iwan. Setelah Iwan fals bermain, hadir giliran Sawung Jabo. Sawung menyanyikan beberapa lagu yang dipersembahkan khusus untuk Rendra.

Setelah itu, keduanya tampil bersama, lagu yang ditampilkan oleh Kantata yang berisikan beberapa personil tambahan malam itu ialah Paman Doblang, Balada Pengangguran, Hio dan Kesaksian.

“ Aku tak mau kehilangan akal sehat dipikiranku, aku tak mau menyaksikan ada orang yang dihinakan, aku hanya tahu, bahwa orang hidup, agar jangan mengingkari hati nurani,“ salah satu lirik dari syair Hio.

Hari yang semakin malam tidak membuat para penonton untuk keluar dari gedung lebih awal, ditambah lagi suasana konser yang begitu ‘cair’ sehingga tidak ada pembatas antara penonton dan musisi. Suasana riuh ketika suara penonton dan para musisi bercampur ditambah ruang konser yang tidak terlalu luas membuat suasana malam itu menjadi pengap dan hangat. Namun, tidak mengurangi kenikmatan mereka bernyanyi bersama.

Konser musik malam itu, mencapai klimaksnya ketika Iwan dan Sawung menjadi satu diatas panggung dan menyanyikan lagu 'Badut' yang kemudian diikuti oleh sautan dari penonton. Pada konser malam itu hadir pula seniman asal Bandung lainnya seperti Harry Pochank, Mukti Mukti dan Tiwi Sakuhaci yang mencoba memusikalisasi puisi-puisi Rendra.

Sejumlah seniman Bandung, sebelumnya telah menggagas beragam kegiatan untuk mengisi acara BMR ini, dari tanggal 28 Oktober hingga 16 November. Acaranya terdiri dari sepuluh agenda kegiatan seperti diskusi, apresiasi, eksibisi dan konser music yang berkaitan dengan karya-karya Rendra.

Adapula Pameran Senirupa Megatruh Kambuh, Pameran Senirupa "Nyanyian Angsa" yang terinspirasi dari karya-karya puisi Rendra, Pertunjukan Teater “Kisah Perjuangan Suku Naga” dan pemutaran film. Tempat yang akan dijadikan berlangsungnya kegiatan diantaranya yaitu Gedung Indonesia Menggugat, Bale Rumawat Universitas Padjajaran, Universita Parahiyangan, STSI dan Yayasan Pusat Kebudayaan. (cource : Republika/C03) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals: Pohon untuk Kehidupan

[BERITA] Penyanyi Iwan Fals pun, Selasa, mengenakan pita hitam pada lengan sebelah kiri untuk menunjukkan keprihatinan terhadap ketidakadilan yang terjadi.

"Pita hitam ini tanda kehidupan, tanda jangan menyerah, tetap melawan," kata Iwan Fals usai tampil di aksi sosial acara Greenpeace di Teater Salihara, Jakarta Selatan, Selasa.

Ketika ditanya apakah pita hitam tersebut sebagai tanda dukungan terhadap pimpinan KPK nonaktif Candra M Hamzah dan Bibit S Rianto, Iwan menjawab diplomatis bisa saja dikaitkan dengan hal tersebut.

"Secara teknis bisa saja ke KPK," katanya.

Tetapi Iwan menambahkan bentuk perjuangan tersebut agar dilakukan secara damai.

"Memperjuangkan ketidakadilan dengan damai," katanya.

Mengenai kasus kriminalisasi dua Wakil KPK tersebut, Iwan mengatakan agar hal tersebut diselesaikan di pengadilan saja.

Iwan Fals tampil di Teater Salihara dalam acara aksi sosial untuk pelestarian hutan gambut di Semenanjung Kampar, Riau.

Dalam acara tersebut, Iwan Fals dengan diiringi bandnya tampil menyanyikan empat lagu yang berlirik soal pelestarian lingkungan.

Empat lagu yang dia bawakan yaitu "Robot Bernyawa", "Ini Bukan Mimpi", "Pohon Kehidupan" dan "Siram Tanam".

Pada acara tersebut Iwan Fals lewat manajemennya PT Tiga Rambu memberikan dukungan kepada Greenpeace berupa uang tunai yang diberikan oleh Direktur PT Tiga Rambu, Rosana Listanto kepada perwakilan LSM Jikalahari.

Sedangkan pihak Greenpeace memberikan cenderamata berupa potongan kayu meranti dari hutan Kampar kepada Iwan Fals.

Aksi sosial tersebut merupakan awal dari konser bulanan Iwan Fals dan bandnya untuk bulan November 2009 dengan judul Pohon Kehidupan yang akan digelar ada 14 November 2009 di PanggungKita, Leuwinanggung atau di rumah Iwan Fals. (source : Antara) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals Sapa Bikers TVS Jawa Timur

[BERITA] Musisi Iwan Fals yang juga duta merk (Brand Ambassador) TVS Motor di Indonesia sejak 21 hingga 29 Oktober 2009 melakukan kunjungan ke sembilan diler TVS Motor di wilayah Jawa Timur (Jatim).

Beberapa diler TVS di Jatim yang dikunjungi Bang Iwan tersebut yakni Gresik, Jember, Banyuwangi, Surabaya, Pasuruan, Malang, Blitar, Nganjuk dan Kediri.

Selain mengunjungi diler tersebut, musisi yang kerap kali menyindir pemerintah lewat karya-karyanya itu juga menemui para pemilik motor TVS, pengurus dan anggota komunitas TVS Motor Community (TMC) serta menyapa dan berbincang-bincang langsung dengan para penggemarnya.

"Bahkan pada Sabtu, 24 Oktober 2009, Bang Iwan juga menggelar konser di diler TVS Surabaya tepatnya yang berada di Jl. Ahmad Yani No.36 A," ujar Corporate Communications TVS Nurlida Fatmikasari dalam siaran persnya yang diterima okezone, Senin (26/10/2009).

Bagi yang belum mendapat kesempatan bertatap langsung dengan Iwan Fals, setiap pembeli motor TVS RockZ 125 cc selama bulan Oktober ini juga mendapatkan kesempatan langka, yaitu makan bersama Iwan Fals. Kesempatan ini juga berlangsung di kota-kota yang dikunjungi oleh Iwan tersebut. (sourec : okezone/uky)***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Coretan Sakit Hati Iwan Fals

Oleh : Adib Hidayat [Source : Rolling Stone]

[BERITA] Rosana Listanto atau akrab disapa mbak Yos, istri sekaligus manajer Iwan Fals menelpon saya untuk memberikan akses jalan masuk ke rumah Iwan Fals yang tidak melalui pintu depan. Namun akses ini lewat sebuah perumahan yang tidak dipasang petunjuk apapun untuk masuk ke lahan parkir lain dari rumah Iwan Fals di Leuwinanggung.

Saat saya tiba suasana sudah ramai, barisan mereka yang mengantri di depan loket mulai menyemut. Seperti biasa, banyak dari mereka yang membuka lapak dan menjual ragam bootleg merchandise Iwan Fals dan menggelar dagangan mereka. Dari mulai kaset bekas, foto asli yang di pigura, serta ratusan desain kaos Iwan Fals bajakan yang dibuat oleh mereka yang memanfaatkan konser yang digelar rutin tiap bulan ini sebagai pemasukan tambahan.

Kali ini tema yang diusung adalah ”Coretan di Dinding”, mengacu pada salah satu judul lagu terkenal Iwan Fals. Sabtu, 17 Oktober 2009 konser bulanan Iwan Fals & Band menghadirkan bintang tamu Tipe-X serta Tere. Tere, vokalis cantik ini baru saja melenggang ke senayan setelah dirinya secara pasti menjadi wakil rakyat dari Partai Demokrat. Konser bulanan Iwan Fals selalu menghadirkan kejutan lewat bintang tamu. ”Harusnya bintang tamu hari ini Naif, tapi mendadak mereka tidak bisa. Gigi yang jauh hari kami ajak juga tidak sesuai jadwalnya,” ujar Yos dalam pesan pendek kepada saya 2 hari sebelum konser pada hari Sabtu, 17 Oktober 2009 ini.

Tresno, vokalis Tipe-X tidak bisa menahan kegugupanya saat saya menjumpainya di belakang rumah Iwan Fals yang merangkap menjadi tempat makan dan berkumpul mereka yang mau tampil di konser bulanan di Leuwinanggung. Tresno boleh saja kenyang dengan ragam fans yang biasa dia temui di konser Tipe-X. Namun bertemu dengan OI (Penggemar Iwan Fals) di rumah Iwan Fals ibarat bertandang ke istana raja tetangga dan bertemu dengan sejumlah pasukan fanatiknya yang siap membela jika sang raja di repotkan oleh ulah tamu yang masih asing bagi mereka.

Totok Tewel menepuk pundak Tresno saat vokalis band yang memelihara jenggot ini bersiap hendak mengambil makan di ruang dalam rumah Iwan Fals. Waktu menunjukkan jam 15.15. Pertanda konser akan segera dimulai. Pihak PT Tiga Rambu, manajemen yang membawahi segala perkara bisnis Iwan Fals makin rapi dalam menyelenggarakan kegiatan bulanan ini. Selain kegiatan bakti sosial yang rutin dilakukan, tim inti yang terdiri dari para wanita hebat Yos, Titin, Kresnowati, Cikal, serta Silla ini juga yang aktif dalam bergerak ke segala penjuru untuk kegiatan bisnis Iwan Fals. Kresnowati membuka konser sore itu dengan memanggil beberapa wakil pemuda yang memiliki prestasi untuk sharing semngat dnegans meua yang hadir. Seperti konser biasanya di Leuwinanngung, suasana tersimak akrab dan bersahaja. Banyak yang membawa anak dan istri. Menggelar tikar di pinggir lapangan dekat panggung sambil membuka bekal mereka. Ini potret ”Libur Kecil Kaum Kusam”, seperti judul lagu Iwan Fals. Dengan tiket seharga Rp 40,000,- mereka bisa bertemu melepas penat dengan bertemu idola. Bertemu penyemangat jiwa. Pemicu semangat untuk berkarya dan berusaha.

Lagu ”Sarjana Muda” menjadi menu pembuka yang langsung menyihir sekitar 1000 penonton yang hadir. Kehilangan Cok Rampal & Sonata membuat peran gitaris pengganti Totok Tewel terasa begitu berpengaruh. Totok Tewel, gitaris band lawas El Pamas dan teman seangkatan Iwan Fals yang kenyang membantu proyek Swami, Kantata Takwa, sampai Dalbo ini tahu betul harus seperti apa musik yang seharusnya menjadi menu bagi Iwan Fals. Posisi diirnya banyak diakui mempengaruhi kinerja komposisi musik IwanFals. Dua hari sebelumnya, Iwan Fals membuktikan itu dalam konser live yang ditayangkan di Tvone dalam rangka pengumpulan dana korban gempa Padang. Malam itu di TVone, Iwan Fals berhasil menjual topi dan gitarnya 150 juta, juga lukisannya yang dibuat selepas Galang Rambu Anarki meninggal seharga 88 juta.

Kresnowati, orang lama yang banyak membantu Iwan Fals dan OI menghampiri saya saat saya duduk berbincang dnegan Yos & Cikal. ”Itu maskot dari pertunjukan-pertunjukan Iwan Fals!” katanya sambil menunjuk seorang lelaki lusuh berkepala botak mirip pengemis dengan kaos sangat butut compang-camping yang sudah tak karuan bentuknya. ”Orang itu selalu ada dimanapun Iwan Fals konser, dan baju lusuh yang dia pakai itu adalah baju almarhum Galang.”

Berturut-turut lagu ”Jangan Bicara”, ”Krisis Pemuda”, dan ”Panggilan Dari Gunung” membahana. Ada protes disana-sini yang terlontar setiap lagu dengan tema politis dan kritis itu menyeruak menjadi paduan suara massal sore itu. Apalagi saat lagu ”Balada Pengangguran” di bawakan. Iwan Fals berorasi lantang cukup lama bagai ketua buruh paling radikal meminta upah kenaikan gaji kepada majikan yang sewenang-wenang.

Entah Iwan Fals sengaja memperpanjang orasinya atau tidak, yang pasti sebelum ”Balada Pengangguran” dibawakan, Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail hadir dan duduk dengan senyum khasnya itu di tempat VIP beserta deretan timnya. Pak Walikota cuma tersenyum masam saat Iwan Fals berorasi. Apalagi ketika ”Bento” menjadi medley dari nada-nada sakit hati yang dibawakan dengan aransmen musik yang mendekati akar rock. Peran Totok Tewel pastinya ini.

Sebelumnya Tipe-X hadir melakukan kolaborasi dengan Iwan Fals di lagu ”Mawar Hitam”. Saat anthem ska paling kondang se Indonesia ”Sakit Hati” dibawakan mereka para OI mulai hanyut dalam goyang pogo yang lama tak terlihat itu. Tipe-X kemudian melanjutkan sesi mereka dengan membawakan karya Iwan Fals dengan cukup apik, ”Temanku Punya Kawan.”

Tera sore itu kebagian membawakan lagu ”Kesepian Kita”, ”Tersenyumlah”, dan ”katakan Kita Rasakan,”. Tere yang satu jam setelah tampil menelpon ke handphone saya sangat berharap dirinya bisa berbuat sesuatu di wilayah kesenian dengan posisinya sekarang sebagai anggota dewan. Awal yang bagus tentunya, jika Tere bisa mengajak Iwan Fals untuk menghasilkan sesuatu yang berkaitan dengan kepedulian kesenian. Itu tentu luar biasa. Teringat akan komentar dari Makki, bassis Ungu saat terlibat pembicaraan tentang siapa yang layak menjadi lokomotif gerakan musik nasional. Dia menjawab, ”Jika Iwan Fals dan Slank sudah bersatu dan berbuat sesuatu. Gua yakin musisi yang lain akan ikut.” Itu pula kenapa kami di Rolling Stone pernah menjadikan dua mesin politik rock & roll Indonesia itu dalam sebuah cover story.

Konser sore itu diakhiri sebelum magrib tiba dengan berturut-turut lagu monumental seperti ”Paman Doblang”, ”Rajawali”, dan tembang sedih ”B encana Alam.” Konser memang sejak 4 bulan lalu diakhiri lebih cepat, itu memang yang ingin dimaui oleh Iwan Fals & Tiga Rambu. ”Banyak yang protes tetangga kalau kelar acaranya dekat dengan magrib, menggangu ibadah” kata Iwan Fals. Rencananya konser akrab di PanggungKita di Leuwinangung akan dilaksanakan kembali tangga 15 November 2009. {} ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals : Masih banyak bayi yang tidak tahu bapaknya...

[BERITA] Musisi Iwan Fals, Sabtu, meminta masyarakat mendukung langkah pemerintah dalam memperbaiki beberapa sektor kehidupan agar lebih baik dari sekarang.

"Masih banyak bayi yang tidak tahu bapaknya, orang gila, pengkonsumsi narkoba, hutan yang terbakar. Ini adalah pekerjaan bersama, bukan hanya pemerintahan SBY," kata Iwan usai membuka musyawarah nasional Orang Indonesia (OI) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu.

Ia berharap, masyarakat sadar bahwa mereka terlibat dan ikut bertanggungjawab menjadikan Indonesia lebih baik.

"SBY hanya sebagai instrumen saja. Tetapi, masyarakat juga harus ikut melakukan pekerjaanya, bukan berdiri masing-masing, supaya Indonesia ke depan lebih baik," tegasnya.

Iwan berharap, baik pemerintah maupun masyarakat berperan aktif membuat bangsa ini menjadi lebih baik.

Iwan hadi dalam acara yang juga dihadiri beberapa pejabat daerah, diantaranya Wali Kota Kediri Samsul Ashar, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, K.H. Imam Yahya Machrus, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. (source: antara) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Rahasia Langgeng Iwan Fals - Yos

[BERITA] Kawin cerai di kalangan artis sudah semacam tren. Namun tidak untuk pasangan Iwan fals dan Rossana (biasa disapa Yos), keduanya langgeng dan rukun meski sudah hampir 30 tahun usia pernikahan.

Mau tahu rahasia langgengnya Iwan Fals dan Ros?

Ikhlas dan bersikap setia adalah salah satu kunci keharmonisan rumah tangga yang sudah dikarunia tiga orang anak ini.

"Menurut saya, Kalau sudah memilih untuk bersama ya harus pilih risiko dan menjalani bersama dan kita harus ikhlas. Apapun itu, kita harus ikhlas. Kalau hasilnya kecil ya harus ikhlas, kalau besar ya harus ikhlas karena itu rejeki kita," tutur Yos yang diamini Iwan saat ditemui di kediamannya di bilangan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (9/10) petang.

Sebagai penyanyi legendaris, tentu saja Iwan banyak dikerumuni penggemarnya, termasuk wanita. Namun baik Yos mau pun Iwan sudah hafal cara mengatasinya.

"Godaannya banyak. Apa lagi kalau ada cewek-cewek cakep. Sama saja, dia (Yos) juga kalau ada cowok-cowok cakep. Nggak itu bercanda," ujar Iwan seraya bercanda.

Sebagai sebuah keluarga, Iwan dan Yos selalu mementingkan kebutuhan keluarga. Keduanya tidak mau tergoda dengan keinginan masing-masing yang malah bisa membuat petaka.

"Ya, makanya kita harus berbuat yang baik-baik aja. Hidup ini cuma sementara. Makanya kita harus pilih yang baik, karena kalau dibikin susah kita sendiri yang merasakan. Apalagi dengan umur saya saat ini, ibaratnya tinggal menunggu di panggil, iya nggak?" sambung Iwan. [source : INILAH.COM] ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals di tvOne, Kamis 15 Oktober 2009

[INFO ACARA] Saksikan penampilan Iwan Fals dalam:

-SATU UNTUK NEGERI-
LIVE / Siaran Langsung dari tvOne

Konser Amal untuk Korban Bencana Gempa Sumatera Barat

Kamis, 15 Oktober 2009
19.30 - 21.30 WIB. [red] ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals dan Anak

[BERITA] Musisi kawakan, Iwan Fals mengakui dirinya sebagai seorang ayah yang gagal. Musisi yang akrab disapa 'Bang Iwan' itu kesulitan untuk melindungi anak-anaknya.

"Saya termasuk ayah yang gagal. Sekarang saya belum tentu benar juga. Saya kesulitan untuk melindungi anak, mencarikan sekolah, dan tempat bermain. Anak itu seperti lempung yang bisa dibengkokkan," kata Iwan Fals saat ditemui di kediamanya di Lewinanggung, Cimanggis, Depok, Selasa (21/7/2009).

Untuk mengekspresikan rasa sayang dengan anak-anak, Iwan pun menggelar konser bulanan untuk mereka. Konser tersebut bertajuk 'Cikal', diambil dari nama anak keduanya, Annisa Cikal Rambu Basae.

Musisi khas dengan rambut putih itu ingin melihat sisi gembira dari seorang anak. "Mereka itu misteri, energinya nggak habis-habis," lanjut Iwan.

Perkembangan anak-anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, namun juga pemerintah. Menurutnya juga, agar Indonesia bisa maju di masa depan, pemerintah harus memperhatikan pendidikan anak sejak dini.

"Pernah anak saya dulu yang peka sekali terhadap musik. Tapi pas masuk sekolah jadi pemalu. Kepekaannya hilang. Pemerintah harus peduli anak kerena mereka juga pernah jadi anak. kalau nggak peduli gila itu!," tegas Iwan.

Apakah kelak Iwan akan menelurkan lagu bertemakan anak-anak? "Anak-anak itu polos dan peniru yang baik. Jadi mereka bisa memilih mau jadi siapa, seperti saya, seperti Dhani, atau seperti SBY?," ayah dari almarhum Galang Rambu Anarki tersebut. (source: detik.com/eny/yla) ***



Labels:

[Baca Selengkapnya]

Selamat Melaksanakan Pilpres 2009

[BERITA] Redaksi mengucapkan selamat melaksanakan pemilihan presiden (pilpres) 2009. Pilihlah yang terbaik untuk kemajuan bangsa sesuai hati nurani Anda. ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Bicaralah


Arsip Bulanan

Sejak Februari 2007

Web Site Hit Counters

falsmania sedang online