| Data Diri | Biografi | Diskografi | Info Acara | Berita |  

    | 

Suara Iwan Fals di Depan Mata

[ARTIKEL] Dari perhelatan Gala Primer Film “Batas” yang digarap Marcela Zalianty dkk melalui rumah produksi barunya Keana Production di Epicentrum Kuningan, Jakarta 12 Mei 2011, satu hal yang membuat saya berdecak kagum adalah mendengar dan melihat langsung suara emas sang legenda Iwan Fals.

Begitu acara dilanjutkan, pembawa acara menyebut kata-kata “Kita sambut, the legend, Iwan Fals!” Sontak tepuk tangan meriah yang belum terdengar sejak awal acara, pecah. Memang, karisma musik Iwan Fals yang terbangun selama beberapa dekade membuatnya pantas disebut legenda. Saat naik ke panggung pun, Iwan Fals masih nyaman dengan senyum khasnya dan menyampaikan terima kasih kepada semua yang menyambutnya. Sungguh bernilai tinggi.

Lagu yang dinyanyikan malam itu adalah “Batas Tak Berbatas”, lagu terbaru yang sekaligus menjadi lagu tema film “Batas”. Begitu Iwan Fals tertunduk ke arah jari-jarinya yang mulai memetik satu-dua senar gitarnya, suasana langsung hening, lalu tepuk tangan kembali pecah, lalu hening lagi.

Saya paling suka Iwan Fals menyanyikan lagu dengan musik akustik, karena benar-benar menampakkan karakter suaranya yang ringan namun sangat menyentuh. Lagu ini pun seluruhnya diiringi oleh petikan gitar akustik Sang Legenda sendiri, sangat syahdu, belum lagi karena memang liriknya sangat menyentuh. Lirik ini diciptakan oleh salah satu pencetus ide cerita “Batas”, Slamet Raharjo Djarot.

Saat Iwan Fals tak senyum lagi, bibirnya mulai melukis nada, lalu keningnya mengkerut seperti biasa.

Memang, saya bukan satu-satunya orang yang pernah melihat suara Iwan Fals dari dekat. Saya hanya menggambarkan kenyamanan tersendiri dalam perasaan saat mendengar lirik demi lirik dilantunkan oleh sang Legenda. Menurut saya ini kecerdasan bermusik, dan membalut seni secara keseluruhan, dipadu kekuatan karakter yang tak pernah berubah. Iwan Fals benar-benar legenda. Seorang musisi yang tak pernah tergantung antara langit dan bumi, tapi seakan-akan berada di keduanya pada saat yang bersamaan.

Film “Batas” tayang di bioskop-bioskop mulai 19 Mei mendatang. Lagu “Batas Tak Berbatas” sudah bisa didengarkan melalui radio-radio lokal Tanah Air.

*Catatan perjalanan, Jakarta 12 Mei 2011.
Oleh Afandi Sido (source : kompasiana.com) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Batas Tak Berbatas (OST Film "Batas", Rilis Mei 2011)

BATAS TAK BERBATAS

Penyanyi : Iwan Fals
Ciptaan : Iwan Fals
Lirik : Slamet Rahardjo Djarot

Sendiri menanti pagi
Setitik embun bergantung di ujung daun
Sang dara melamun
Mimpi menelan matahari

Reff :
Suci embun segar perawan
Bergaun cahaya
Melintas batas
Ambisi dan kenyataan
Melambung tinggi, jauh
Ke alam impian

Bridge :
Dimana sungai dan pepohonan
Berkelindan menganyam kehidupan

Jejak telah dilangkahkan
Seribu kehendak harus terlahirkan
Urai jerat keangkuhan
Melepas belenggu
Rasa tahu berlebihan

Reff :
Memang gaun ini mesti berganti
Cahaya tak lagi menyilaukan
Dan menjelma menjadi pelurus hati
Kini sang dara menyanyi lagi

Bridge :
Tak lagi dia mau merasa sepi
Tak lagi dia mau merasa sendiri

Segar perawan berdandan
Atas cermin bercahaya kenyataan
Mimpi indah adalah
Fatamorgana

Walau samar cakrawala
Adalah kenyataan
Tampak jauh untuk ditempuh
Tapi itulah batas
Dari kehendak manusia yang tak berbatas
Oooh hmmmmm....

Reff :
Suci embun segar perawan
Bergaun cahaya
Melintas batas ambisi dan kenyataan
Melambung tinggi, jauh
Ke alam impian

Bridge :
Dimana sungai dan pepohonan
Berkelindan menganyam kehidupan
Dimana sungai dan pepohonan
Berkelindan menganyam kehidupan


SINOPSIS FILM

JALESWARI, dengan ambisi dan kepercayaan diri yang penuh, mengajukan diri untuk mengambil tanggung-jawab memperbaiki kinerja program CSR bidang pendidikan yang terputus tanpa kejelasan. Dia menyanggupi masuk ke daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan dan menjanjikan dalam dua minggu ketidak-jelasan itu dapat diatasi


Ternyata suatu kehendak belum tentu sejalan dengan kenyataan. Daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan memiliki pola kehidupannya sendiri. Mereka memiliki titik-pandang yang berbeda dalam memaknai arti garis perbatasan. Konflik bathin terjadi ketika dia terperangkap pada masalah kemanusiaan yang jauh lebih menarik dan menyentuh perasaan dibanding data perusahaan yang sangat teoritis dan terasa kering karena pada hakekatnya masalah rasa sangat relatif dan memiliki kebenaran yang berbeda

JALESWARI berada dalam tapal batas pilihan. Karisma hutan dan pola hidup masyarakat telah menyadarkan dirinya bahwa upaya memperbaiki kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan adat istiadat setempat. Jaleswari sangat memahami ADEUS, seorang guru yang dipercaya menjalankan program pendidikan, kini menjadi pribadi pendiam dan apatis, karena sistem pendidikan yang diinginkan perusahaan di Jakarta, tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Masyarakat lebih memilih untuk jadi tenaga kerja yang dijanjikan jadi kaya oleh penjual jasa bernama OTIK. Salah satu korbannya adalah UBUH, pekerja TKI yang melarikan diri dari negeri tetangga. Oleh masyarakat Dayak disana, UBUH tak hanya beroleh perlindungan namun juga kehangatan dan keramahan yang perlahan membuatnya berangsur pulih dari trauma

Tragedi kemanusiaan ini, merubah pemikiran JALESWARI. Semua peristiwa terjadi di depan matanya. Jiwanya goncang dan PANGLIMA ADAYAK, kepala suku menuntunnya memahami "Bahasa Hutan" yang mengetengahkan rasa hormat dan cinta untuk tidak merusak dan sebaliknya malah menjaga dan meningkatkan harkat manusia dan lingkungan kehidupannya. Langkah JALESWARI sangat membantu ARIF sebagai instrumen negara yang dalam penyamaran dan ditugaskan di wilayah perbatasan.

Mampukah JALESWARI bangkit, melewati batasnya dan terus berjuang untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik?

BATAS rilis 12 Mei di bioskop seluruh Indonesia

Jenis Film : Drama
Produser :Marcella Zalianty
Produksi :Keana Production

Pemain :
Marcella Zalianty
Arifin Putra
Ardina Rasti
Jajang C Noer
Piet Pagau
Marcell Domits
Alifyandra

Sutradara :
Rudi Soedjarwo

Penulis :
Slamet Rahardjo Djarot *** (red/21cineplex) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals yang Memukau

[BERITA] Saat konser, semangat religius penyanyi legendaris Iwan Fals tidak ketinggalan.

Religiusitas dirinya itu bahkan dikaitkan dengan semangat menanam pohon yang belakangan ini banyak diabaikan pemimpin dan rakyat Indonesia.

"Padahal, setiap daun yang tumbuh dari pohon yang ditanam, maka dia akan berdzikir menambah rejeki dan berdoa untuk kita,’’ tutur Iwan kepada pers, di sela-sela konsernya di Kampus Perbanas, Jakarta, Senin (9/5).

Dengan dalil itu, Iwan pun mengajak masyarakat Indonesia untuk menanam pohon, minimal di halaman rumahnya, atau menanam tumbuhan di pot dan diletakkan di sekitar rumah.

Sebab, dari pohon yang ditanam, akan banyak memberikan sumbangan oksigen bagi manusia dan menghindari pemanasan global.

"Jadi, kita wajib menanam pohon buat anak cucu kita, bahkan meski besok mau kiamat pun kita tetap jangan lupa menanam pohon,’’ ucap Iwan.

Terutama, kata Iwan, bagi generasi muda saat ini, karena mereka akan menjadi pemimpin pada masa yang akan datang, dalam 10-15 tahun ke depan.

"Karena itu, sebaiknya menanam pohon juga dimasukkan dalam komponen penilaian oleh kampus,’’ ujarnya.

Dalam konser bertajuk Iwan Fals ke Kampus dengan tema Keseimbangan yang digelar sejak pukul 16.00 WIB di lapangan basket kampus Perbanas itu, Iwan membawakan sejumlah hits miliknya, seperti Coretan di Dinding, Dunia Politik, dan Pesawat Tempur.

Bahkan, pada penampilan selanjutnya, Iwan memberikan kejutan, yakni berduet dengan Syaifuddin Zuhri Aziz alias Azizi, vokalis Blackout.

Iwan-Aziz pun berhasil memukau civitas akademika Perbanas saat membawakan lagu Join Kopi.

Tak hanya lagu-lagu miliknya, Iwan juga mempersembahkan lagu Kesaksian yang didedikasikan untuk almarhum WS Rendra.

Selain menghibur para mahasiswa dan masyarakat umum, penyanyi kelahiran Jakarta, 3 September 1961 itu, juga menyerahkan secara simbolis 2.000 bibit pohon kepada Rektor Institut Perbanas, Prof Marsudi W Kisworo.

"Bibitnya ini saya dapat dari Kementerian Kehutanan,’’ kata Iwan. Rektor Institut Perbanas Prof Marsudi W Kisworo pun mendukung langkah Iwan Fals.

Menurutnya, apa yang disampaikan Iwan agar penanaman pohon dapat dimasukkan ke dalam komponen penilaian, akan ditindaklanjuti untuk dibahas pada kalangan pimpinan perguruan tinggi swasta.

Kalau bisa, akan dijadikan salah satu kegiatan ekstrakurikuler.

"Sedangkan, bibit-bibit pohon 2.000 bibit yang diberikan Iwan Fals ini, nanti kita akan tanam untuk penghijauan di sekitar kampus Institut Perbanas,’’ kata Marsudi. (surce : media indonesia/OL-12) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Resep Bugar Ala Iwan Fals

[BERITA] Virgiawan Listanto atau lebih populer disapa Iwan Fals telah menorehkan karya yang fenomenal dalam dunia musik tanah air. Ratusan lagu telah ia lahirkan. Bahkan sampai saat ini, Iwan tidak berhenti untuk terus berkarya.

Lahir pada 3 September 1961, kini Iwan menapaki usia hampir setengah abad. Sebuah usia yang tidak muda lagi. Tentu saja, mau tidak mau kualitas vokalnya sebagai seorang musisi akan mengalami penurunan.

Lantas bagaimana pecinta olahraga karate ini mensiasatinya? "Sering latihan aja, sering nyanyi, kalau serak biasanya saya pakai jeruk nipis sama kecap dicampur. Minum kencur juga bagus," kata Iwan saat ditemui di Studio Elang Perkasa Film, di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Untuk menjaga aset berharga miliknya itu Iwan memang memilih cara yang sederhana. Hanya jika dalam kondisi memaksa saja ia bersedia minum obat dari dokter. "Kalau memang sudah serak benar mau apa lagi, ya pakai antibiotik, pergi ke dokter," kata Iwan sambil tertawa.

Pria yang pernah menjadi cover majalah Time Asia ini tidak jarang mendapat pertanyaan dari fansnya terkait suaranya yang tidak sekuat dahulu. Tapi tentu saja ia tidak risau karena itu sesuatu yang alamiah.

"Kadang dibilang, 'Wah bang Iwan sudah nggak kuat suara tinggi lagi.' Macam-macam orang-orang ngomongnya. Tapi manggung tetap jalan karena itu kan rezeki, asal ada waktu dan saya bisa istirahat tentu saya ambil," kata Iwan.

Lalu, untuk persoalan menjaga stamina tubuh. Iwan juga punya resep sendiri. Dia rajin karate untuk menjaga kebugaran tubuhnya. "Kan enak bisa keluar keringat, tapi nggak bisa keras lagi," tambah Iwan.

Dalam seminggu, Iwan bisa berkarate sebanyak tiga kali. Selain itu kini ia sudah disiplin memeriksakan diri ke dokter untuk check up kesehatan.

Sejak menginjak usia empat puluh tahun, Iwan sudah mulai rajin menjaga kesehatan. Karenanya, begitu terasa lelah ia tidak ingin memaksakan diri. "Setiap selesai tampil dan lelah, saya selalu istirahat dan tidur secara teratur. Dan tidak lupa makan teratur," ujarnya. [source : VIVAnews] ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Kantata Takwa Bangkit Kembali!

[BERITA] Masih ingat dengan lagu seperti Mata Dewa, Nyanyian Jiwa? Yup dua judul tadi merupakan milik sebuah supergrup musik yang bisa dikatakan legendaris di tahun 90an.

Grup yang berhenti di tahun 1997 ini kembali lagi dengan personil lamanya seperti Setiawan Djodi, Sawong Jabo, Iwan Fals, Dodi Katamsi dan Totok Tewel. Namun sayangnya Jockie Suprayogo serta Donny Fattah tak bisa ikut dalam reuni ini.

Kembalinya Kantata Takwa juga diikuti dengan penampilannya yang mana mereka akan menggelar 2 konser sekaligus untuk menyambut hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 25 Maret di TVRI serta 20 Mei di Bandung. Setiawan Djodi menuturkan bahwa rencana ini sudah lama dipersiapkan serta tertunda lama. Dan di penampilannya besok Jumat menurut Djodi sebagai soft launching untuk konser besar mereka.

"Hari ini workshop pertama sekalian sama teman-teman, ada Jabo. Dan Iwan harusnya ada tapi karena lagi umroh. Intinya bersama Dody, Totok Tewel, Pakar, Eddy kita latihan untuk hari Kebangkitan Nasional nanti 20 mei. Ini soft launching semoga bisa launching besar di 20 mei nanti," ujarnya.

Dijumpai di preskon konser kembalinya Kantata Takwa menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang digelar di kediaman Setiawan Djody, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (23/3), Djody juga menuturkan berbagai persiapan untuk konser nanti serta bagaimana konsep acaranya.

"Saya akan dialog mengenai Budi Utomo dulu baru soal konser dan saya akan menyanyikan 3 lagu sebagai penutup. Saya berterima kasih untuk semuanya, jadi walaupun kita main di TVRI ternyata responnya banyak dan ternyata ini salah satu bentuk perjuangannya," terangnya.

Alasan pengusaha serta budayawan ini memilih TVRI sebagai stasiun televisi yang menayangkan konsernya, menurutnya karena TVRI bisa dilihat oleh seluruh orang di Indonesia. Bagi Djodi konser ini bukan lah rasa kangennya akan dunia musik, melainkan sebuah rasa konsistensinya.

"Ini lebih pada bentuk perjuangan dan ini konsistensi saya. Saya terakhir bikin lagu itu tahun 1997 dan kemudian saya berhenti dan mulai main lagi di tahun 2003. Di parkir timur dan setelah itu nggak boleh di pakai sama mbak Mega (Megawati)," tukasnya. (source: kapanlagi/kpl/gum/faj)***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals Mendapat Penghargaan Pemerintah

[BERITA] Bulan Maret dicanangkan sebagai bulan musik. Tahun ini, pemerintah rayakan hari musik dengan menganugerahkan apresiasi pada 11 budayawan dan seniman.

Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Rabu (23/03/2011), di Gedung Kesenian Jakarta mengungkapkan, kesebelas budayawan dan seniman yang akan mendapatkan apresiasi dibagi dua kategori.

Kategori pertama, Anugerah Satyalancana Kebudayaan disematkan pada delapan penerima penghargaan. Sedangkan Anugerah Hadiah Seni disematkan pada tiga penerima lainnya.

Bedanya kedua penghargaan itu? "Satyalencana Kebudayaan tertinggi di bidang seni budaya diberikan langsung oleh presiden. Kalau Anugerah Hadiah Seni dari budpar," papar Wacik.

"Apresiasi ini sudah ada kepresnya," tambahnya. Pemberian Anugerah Satyalancana didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 1959. Anugerah Hadiah Seni didasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) RI No. 23 Tahun 1976. Anugerah Satyalancana yang dimaksudkan diberikan untuk periode 2010. Sedangkan Anugerah Hadiah Seni untuk periode 2011.

Kedelapan budayawan dan seniman penerima Anugerah Satyalancana, 1. Prof. Drs. Darmanto Jatman, SU, seorang filosof dan penyair 2. Koestono (Tony) Koewoyo (alm), seorang komponis yang berkeinginan meredam budaya asing lewat musik 3. Ny. Dewi (alm), seorang koreografer dan penari topeng Losari 4. Hj. Siti Maryam Salahuddin, SH, seorang penulis buku adat daerah Nusa Tenggara Barat 5. Prof. Drs. Jacob Sumardjo, seorang sejarawan teater, esais dan kritikus 6. Iwan Fals, seorang komponis dan penyanyi 7. Emha Ainun Najib, seorang budayawan, penyair, penulis esai dan pertunjukan, dan 8. Prof. Dr. Abdul Hadi WM., seorang budayawan dan komponis.

Selanjutnya, ketiga budayawan dan seniman penerima Anugerah Kebudayaan Hadiah Seni, 1. Elfa Secioria (alm), seorang komponis, pencipta lagu, dan mengorbitkan banyak musisi papan atas Indonesia 2. DR. Sundari Soekotjo, MM, seorang penyanyi keroncong yang kini juga telah bergelar doktor, dan, 3. I Gusti Putu Gede Wedhasmara, seorang pencipta lagu dengan inspirasi budaya budaya Bali.

Saat dimintai tanggapannya Wacik mengungkap, "Bersyukur kreativitas Indonesia luar biasa! Oleh karenanya, negara harus beri apresiasi yang tinggi pada budayawan dan seniman."

Acara penghargaan ini juga bekerjasama dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Selain menggelar penyematan oleh Kemenbudpar, peringatan hari musik dan anugerah Nugeraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) oleh PAPPRI, acara juga untuk mengenang Elfa Secioria [source: kompas.com/alm]. ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Penolakan Iwan Fals Terhadap Reaktor Nuklir

[BERITA] Ancaman susulan setelah Jepang diguncang gempa dan tsunami, adalah nuklir. Kini, lebih dari 2000 penduduk di sekitar pabrik nuklir Fukushima telah dievakuasi. Padahal, mereka selama ini sudah tinggal sejauh 2 kilometer dari lokasi pabrik nuklir tersebut.

Pencipta lagu sekaligus penyanyi yang selama ini kritis dengan tema-tema sosial dan lingkungan, Iwan Fals ikut berkomentar terhadap bahayanya nuklir yang kini mengancam warga Jepang.

"Reaktor Nuklir ternyata tidak kebal Bencana Alam !" tulis Iwan Fals melalui akun twitternya, Sabtu (12/3/2011).

Gempa berkekuatan 8,9 skala richter (SR) di Jepang kemarin, sebenarnya tidak sampai merusak pabrik nuklir di Fukushima. Namun pemerintah Jepang bertindak cepat untuk mengantisipasi kebocoran nuklir, yang dampaknya tak kalah dahsyat dari gempa dan tsunami yang kini telah menewaskan ratusan warga Jepang.

Pemerintah Jepang mengumumkan bahwa telah terjadi situasi darurat di Tokyo Electrik Power, sebuah reaktor nuklir di Perfektur Fukushima. Tidak kurang 3000 warga sekitar reaktor nuklir telah dievakuasi.

Bicara tentang PLTN, sudah sejak lama Iwan Fals memang menentangnya. Dalam album "Cikal" yang dikeluarkan tahun 1991, Iwan dengan tegas menolak PLTN melalui lagu "Proyek 13". Berikut liriknya:

Proyek 13
Iwan Fals ( Album Cikal 1991 )

Meskipun kurang paham tentang radiasi
Meskipun kurang paham tentang uranium
Meskipun kurang paham tentang plutonium
Ku tahu radioaktif panjang usia

Aku tak tahu sampahnya ada dimana
Aku tak tahu pula cara menyimpannya
Aku tak yakin tentang pengamanannya
Karena kebocoran pun ada di sana

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Aku menolak akal yang tanpa hati
Aku menolak teknologi tanpa kendali
Aku tak mau mengijonkan masa depan
Demi listrik sedikit banyak keruwetan

Sama sekali ku tak anti teknologi
Tapi aku lebih percaya pada hati
Aku tahu listrik penting buat industri
Tapi industri jangan ancam masa depan

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Daripada susah payah beli reaktor
Daripada pusing karena sampah nuklir
Daripada malu kepada anak cucu
Aku bergerak menyanyikan kehidupan

Informasi tentang ini harus diberikan
Bahaya dunia maju harus disingkirkan
Rasa gengsi tak perlu diteruskan
Pembangunan PLTN harap hentikan

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Apa yang akan terjadi nanti

Untuk listrik banyak memerlukan sumber energi
Pilihanmu pun tentu jadi dicurigai
Sebab di negeri maju reaktor ditutupi
Bukan alasan agar republik ini beli

Aku lebih suka tenaga matahari
Aku lebih suka tenaga panas bumi
Aku lebih suka dengan tenaga angin
Aku lebih suka tenaga arus laut ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

AGENDA IWAN FALS NOVEMBER - DESEMBER 2010

[INFO ACARA]
19 NOVEMBER 2010 SUMBAWA
"Hari Lahir Kabupaten Sumbawa Barat Ke-7"
Alun-Alun Taliwang
Jam 20.00-22.00 WITA

---

21 NOVEMBER 2010 BANJARMASIN
"Indonesia Menanam"
Banjar Baru
(info tempat dan waktu menyusul)

---

7 DESEMBER 2010 DEPOK
"Perjalanan Religi Iwan Fals & Ki Ageng Ganjur"
PanggungKita, Leuwinanggung
Jam 15.15-17.30 WIB

HTM
Festival: Rp. 50.000
VIP (duduk): Rp. 100.000
Hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk korban bencana Wasior/Mentawai/Merapi
Untuk setiap pembeli tiket akan dibagikan bibit pohon. ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Negeri Kaya

Iwan Fals (2010)

Negeri ini memang kaya
Kaya orangnya, kaya binatangnya
Negeri ini memang kaya
Kaya alamnya, kaya budayanya
Negeri ini memang kaya
Kaya pejabatnya, kaya penjahatnya
Negeri ini memang kaya
Kaya idenya, kaya sejarahnya
Negeri ini memang kaya

Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Hei, Bung Karno...
Nyenyakkah tidur abadimu
Kudatang mengganggu istirahatmu

Negeri ini memang kaya
Kaya rakyatnya yang menangis diujung parang
Kaya harapan, kaya agamanya

Merah putih termangu
Terkulai berdebu dipojok gedung bekas penjajah
Pancasila meronta
Garuda tertatih melayang pergi
Negeri ini memang kaya

Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Sebarkan kembang ibu yang letih
Hei, Bung Karno...
Nyeyakkah tidur abadimu
Inikah nyanyian kecewa
Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Akankah kisahmu menjadi api
Hei, Bung Karno...
Nyenyakkah tidur abadimu
Dingin yang aneh menyiksa negeri

Merah putih termangu
Terkulai berdebu dipojok gedung bekas penjajah
Pancasila meronta
Garuda tertatih melayang pergi
Negeri ini memang kaya

Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Maafkanlah aku yang cengeng
Hei, Bung Karno...
Nyeyakkah tidur abadimu
Tularkan keberanianmu itu
Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Suaramu menggelegar di kalbu
Hei, Bung Karno...
Nyeyakkah tidur abadimu
Biarlah mimpi itu kan nyata

Negeri ini memang kaya
Kaya penguasanya yang miskin hatinya
Kaya marahnya Indonesia Raya
Negeri ini memang kaya ****

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Konser Keseimbangan Iwan Fals di Blitar

[BERITA] Mengusung program keseimbangan alam, konser Iwan Fals di Kota Blitar ternyata sepi penonton. Hanya sekitar 300 orang menyaksikan konser salah satu legenda musik Indonesia itu, di Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) yang berkapasitas sekitar 2.000 penonton, Minggu (4/7) sore.

Meski jumlah penonton di konsernya relatif tidak banyak, Iwan Fals tetap tampil maksimal sejak sekitar pukul 15.30 WIB. Iwan menyanyikan 17 lagu, diawali dengan lagu dari album terbaru nya, Keseimbangan Alam.

Penyanyi yang ngetop dengan lagu Omar Bakri dan Bento itu menyanyikan lagu-lagu bertema keseimbangan dan Tuhan sebagai Sang Pencipta. Dia juga melantunkan sejumlah lagu yang membangkitkan emosi penonton.

Iwan Fals tampil bersama bandnya yang beranggotakan Heirri Buchaery (bass,) Totok Tewel (gitar), Deni Kurniawan (drum), dan Edi Daromi (kibor). Adapun Iwan selain menyanyi juga memetik gitar.

Tak ketinggalan, Iwan Fals juga menyanyikan lagu berjudul Jenderal, yang berirama campuran dangdut, dan lagu tentang pahlawan seperti Laksamana Malahayati. Saat menyampaikan ucapan pengantar sebelum menyanyikan Jenderal, Iwan menyindir bahwa para jenderal (polisi) saat ini sedang senang karena perhatian masyarakat tidak lagi tertuju kepada mereka (dalam kasus rekening mencurigakan) setelah munculnya pemberitaan kasus video porno Ariel Peterpan.

“Tapi jenderal yang kami maksud (dalam lagu) itu adalah yang dicintai masyarakat, yang menjadi komando perang,” ucap Iwan Fals.

Dalam konsernya, Iwan Fals tidak lupa membawakan lagu-lagu lama nan legendaris seperti Wakil Rakyat dan Hio, yang mendapat sambutan meriah para penonton dengan teriakan yel-yel. Apalagi, saat melantunkan Wakil Rakyat Iwan Fals diiringi permainan kolaborasi musik ketipung tradisional Kelompok “Blang-Bleng” dari Blitar.

Hal itu membuat penampilan konser Iwan Fals di Kota Blitar semakin terasa lengkap. Dia juga memunculkan jenis iringan musik di luar kebiasaan.

“Sungguh luar biasa konser Iwan Fals ini. Banyak yang baru dalam iringan musiknya, meski lagunya lagu lama,” tutur Arif, penggemar Iwan Fals, di sela keasyikan menonton di PPIP Blitar sekaligus pelataran parkir makam alm Bung Karno itu.

Sejumlah penonton menyayangkan tidak diberinya izin konser Iwan di sejumlah daerah di Jatim. “Mungkin jika pihak berwenang mendengar lagu-lagu yang dibawakan Bang Iwan yang sangat berkaitan erat dengan pelestarian alam, izin konser pasti disetujui,” kata Andi, warga Kota Blitar yang juga fan berat Iwan Fals.

Sekadar mengingatkan, Iwan gagal menggelar konser bertajuk “Panggung Keseimbangan” di beberapa kota di Jatim. Dia terkendala izin kepolisian, yaitu di Jombang, Jumat (2/7) siang, dan Lamongan, Rabu (30/6).
Menurut Ketua Yayasan OI (sebutan untuk perkumpulan penggemar fanatik Iwan) di Jombang yang juga panitia penyelenggara, M Adib, polisi mengaku tidak bisa menjamin keamanan konser Iwan di Jombang. Apalagi, Jombang berdekatan dengan Lamongan dan Mojokerto, yang baru saja menggelar pilbup bermasalah.

Di Lamongan, meskipun gagal manggung, Iwan tetap hadir, Rabu (30/6). Bersama istri, Rosanna, dan sejumlah pengurus yayasan OI, Iwan menanam pohon di Kampus Universitas Islam Lamongan. (Surya, 2/7).

Kepala Dinas Informasi Publik dan Pariwisata Kota Blitar, Minggu (4/7), Kasmiadi, mengatakan, sepinya penonton di Blitar sudah diperkirakan sejak semula. Pasalnya, waktu untuk melakukan publikasi konser Iwan relatif sempit.

“Tapi jumlah penonton yang sedikit ini (justru) membuat kami lega. Karena, apa yang dikhawatirkan banyak pihak dari ajang konser Iwan Fals (muncul kerusuhan, Red) tidak terbukti di Kota Blitar,” katanya.

SELAIN bernyanyi, Iwan juga menanam 6.000 pohon mahoni dalam kegiatan bertajuk “Keseimbangan OI Menanam”. Di sela acara di perbukitan Blitar Selatan ini dia menyatakan berupaya mengingatkan dan menyadarkan semua lapisan masyarakat terhadap pentingnya arti keseimbangan alam.

Menurut Iwan, kondisi hutan di Indonesia yang sangat memprihatinkan harus segera diatasi sejak sekarang tanpa ada kata terlambat. Hal itu, katanya, harus dilandasi oleh niat dan aksi nyata di lapangan; tidak hanya sekadar berteriak-teriak melalui program penyelamatan hutan namun tanpa melaksnakan tindakan.

Iwan menambahkan, langkah menanam juga harus diikuti dengan menyiram atau memelihara. Menurutnya, akan sia-sia jika hanya menanam tanpa melakukan pemeliharaan. (source: amru muiz/SURYA) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Bicaralah


Arsip Bulanan

Sejak Februari 2007

Web Site Hit Counters

falsmania sedang online