| Data Diri | Biografi | Diskografi | Info Acara | Berita |  

    | 

Album Terbaru Iwan Fals "Raya"

[BERITA] Order CD album Iwan Fals terbaru "RAYA" dapat melalui cara berikut:


1. Via SMS ke nomor HP 081398055110
2. Via telepon ke nomor HP 081210881941
3. Via email ke tokokita@tigarambu.co.id
4. Dengan datang langsung ke tokoKITA Iwan Fals di Leuwinanggung

Harga Rp 100.000 per paket berisi:
* 2 CD (18 lagu baru)
* majalah Rolling Stone edisi spesial Iwan Fals
* 30 sachet TOP Coffee (belum termasuk ongkir)

Format order  sebagai berikut:
- Nama
- Jumlah pesanan
- Diambil/Dikirim (pilih salah satu)
- Alamat lengkap (cantumkan alamat jika ingin dikirim agar dapat menentukan ongkir, jika ingin diambil tidak perlu mencantumkan alamat)
- No HP yang aktif (khusus pemesanan via email)

Order akan dibalas dengan info berikut:
- Kode pesan
- Total biaya
- Nomor rekening untuk pembayaran
- Batas akhir transfer

Mengirim SMS/email cukup 1 kali saja.
Telepon/SMS/email akan segera dibalas selama jam 09:00-17:00.

Info Selengkapnya dapat dibaca di fanpage Iwan Fals di alamat: https://www.facebook.com/notes/komunitas-tigarambu/pre-order-album-raya/277286002415408. ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals Ingin Bikin Album Baru Tapi Khawatir Dibajak

[BERITA] Siapa tak kenal dengan Iwan Fals. Hampir seluruh pecinta musik di Indonesia pasti familiar dengan sosok penyanyi bernama asli Virgiawan Listanto itu.

Iwan Fals adalah penyanyi dan pencipta lagu yang sangat produktif. Sudah puluhan album yang dikeluarkan penyanyi kelahiran Jakarta, 3 September 1961 itu, baik album single, maupun album kompilasi.

Namun semakin maraknya pembajakan terhadap musik di Indonesia, membuat Iwan berpikir ulang untuk mau mengeluarkan album baru. Iwan mengaku sangat ingin mengeluarkan album baru. Tapi ia juga takut albumnya itu dibajak lagi oleh para pembajak.

Hal ini diungkapkan Iwan melalui twitnya di akun twitter pribadinya (iwanfals). “Ingin bikin album baru tp khawatir dgn pembajak,” ucap Iwan di akun twitternya tersebut, Minggu (4/3/2012).

Iwan Fals pertama kali mengeluarkan album perdananya pada tahun 1979 silam, yakni album Canda Dalam Nada. Dan terakhir ia mengeluarkan album Tergila-gila pada tahun 2011.

Penyanyi yang memiliki penggemar setia yang tergabung dalam OI (Orang Indonesia) itu dikenal karena lagu-lagunya yang sarat dengan kritik sosial. [source : Dodi Esvandi | m.tribunnews.com] ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals yang Memukau

[BERITA] Saat konser, semangat religius penyanyi legendaris Iwan Fals tidak ketinggalan.

Religiusitas dirinya itu bahkan dikaitkan dengan semangat menanam pohon yang belakangan ini banyak diabaikan pemimpin dan rakyat Indonesia.

"Padahal, setiap daun yang tumbuh dari pohon yang ditanam, maka dia akan berdzikir menambah rejeki dan berdoa untuk kita,’’ tutur Iwan kepada pers, di sela-sela konsernya di Kampus Perbanas, Jakarta, Senin (9/5).

Dengan dalil itu, Iwan pun mengajak masyarakat Indonesia untuk menanam pohon, minimal di halaman rumahnya, atau menanam tumbuhan di pot dan diletakkan di sekitar rumah.

Sebab, dari pohon yang ditanam, akan banyak memberikan sumbangan oksigen bagi manusia dan menghindari pemanasan global.

"Jadi, kita wajib menanam pohon buat anak cucu kita, bahkan meski besok mau kiamat pun kita tetap jangan lupa menanam pohon,’’ ucap Iwan.

Terutama, kata Iwan, bagi generasi muda saat ini, karena mereka akan menjadi pemimpin pada masa yang akan datang, dalam 10-15 tahun ke depan.

"Karena itu, sebaiknya menanam pohon juga dimasukkan dalam komponen penilaian oleh kampus,’’ ujarnya.

Dalam konser bertajuk Iwan Fals ke Kampus dengan tema Keseimbangan yang digelar sejak pukul 16.00 WIB di lapangan basket kampus Perbanas itu, Iwan membawakan sejumlah hits miliknya, seperti Coretan di Dinding, Dunia Politik, dan Pesawat Tempur.

Bahkan, pada penampilan selanjutnya, Iwan memberikan kejutan, yakni berduet dengan Syaifuddin Zuhri Aziz alias Azizi, vokalis Blackout.

Iwan-Aziz pun berhasil memukau civitas akademika Perbanas saat membawakan lagu Join Kopi.

Tak hanya lagu-lagu miliknya, Iwan juga mempersembahkan lagu Kesaksian yang didedikasikan untuk almarhum WS Rendra.

Selain menghibur para mahasiswa dan masyarakat umum, penyanyi kelahiran Jakarta, 3 September 1961 itu, juga menyerahkan secara simbolis 2.000 bibit pohon kepada Rektor Institut Perbanas, Prof Marsudi W Kisworo.

"Bibitnya ini saya dapat dari Kementerian Kehutanan,’’ kata Iwan. Rektor Institut Perbanas Prof Marsudi W Kisworo pun mendukung langkah Iwan Fals.

Menurutnya, apa yang disampaikan Iwan agar penanaman pohon dapat dimasukkan ke dalam komponen penilaian, akan ditindaklanjuti untuk dibahas pada kalangan pimpinan perguruan tinggi swasta.

Kalau bisa, akan dijadikan salah satu kegiatan ekstrakurikuler.

"Sedangkan, bibit-bibit pohon 2.000 bibit yang diberikan Iwan Fals ini, nanti kita akan tanam untuk penghijauan di sekitar kampus Institut Perbanas,’’ kata Marsudi. (surce : media indonesia/OL-12) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Resep Bugar Ala Iwan Fals

[BERITA] Virgiawan Listanto atau lebih populer disapa Iwan Fals telah menorehkan karya yang fenomenal dalam dunia musik tanah air. Ratusan lagu telah ia lahirkan. Bahkan sampai saat ini, Iwan tidak berhenti untuk terus berkarya.

Lahir pada 3 September 1961, kini Iwan menapaki usia hampir setengah abad. Sebuah usia yang tidak muda lagi. Tentu saja, mau tidak mau kualitas vokalnya sebagai seorang musisi akan mengalami penurunan.

Lantas bagaimana pecinta olahraga karate ini mensiasatinya? "Sering latihan aja, sering nyanyi, kalau serak biasanya saya pakai jeruk nipis sama kecap dicampur. Minum kencur juga bagus," kata Iwan saat ditemui di Studio Elang Perkasa Film, di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Untuk menjaga aset berharga miliknya itu Iwan memang memilih cara yang sederhana. Hanya jika dalam kondisi memaksa saja ia bersedia minum obat dari dokter. "Kalau memang sudah serak benar mau apa lagi, ya pakai antibiotik, pergi ke dokter," kata Iwan sambil tertawa.

Pria yang pernah menjadi cover majalah Time Asia ini tidak jarang mendapat pertanyaan dari fansnya terkait suaranya yang tidak sekuat dahulu. Tapi tentu saja ia tidak risau karena itu sesuatu yang alamiah.

"Kadang dibilang, 'Wah bang Iwan sudah nggak kuat suara tinggi lagi.' Macam-macam orang-orang ngomongnya. Tapi manggung tetap jalan karena itu kan rezeki, asal ada waktu dan saya bisa istirahat tentu saya ambil," kata Iwan.

Lalu, untuk persoalan menjaga stamina tubuh. Iwan juga punya resep sendiri. Dia rajin karate untuk menjaga kebugaran tubuhnya. "Kan enak bisa keluar keringat, tapi nggak bisa keras lagi," tambah Iwan.

Dalam seminggu, Iwan bisa berkarate sebanyak tiga kali. Selain itu kini ia sudah disiplin memeriksakan diri ke dokter untuk check up kesehatan.

Sejak menginjak usia empat puluh tahun, Iwan sudah mulai rajin menjaga kesehatan. Karenanya, begitu terasa lelah ia tidak ingin memaksakan diri. "Setiap selesai tampil dan lelah, saya selalu istirahat dan tidur secara teratur. Dan tidak lupa makan teratur," ujarnya. [source : VIVAnews] ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Kantata Takwa Bangkit Kembali!

[BERITA] Masih ingat dengan lagu seperti Mata Dewa, Nyanyian Jiwa? Yup dua judul tadi merupakan milik sebuah supergrup musik yang bisa dikatakan legendaris di tahun 90an.

Grup yang berhenti di tahun 1997 ini kembali lagi dengan personil lamanya seperti Setiawan Djodi, Sawong Jabo, Iwan Fals, Dodi Katamsi dan Totok Tewel. Namun sayangnya Jockie Suprayogo serta Donny Fattah tak bisa ikut dalam reuni ini.

Kembalinya Kantata Takwa juga diikuti dengan penampilannya yang mana mereka akan menggelar 2 konser sekaligus untuk menyambut hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 25 Maret di TVRI serta 20 Mei di Bandung. Setiawan Djodi menuturkan bahwa rencana ini sudah lama dipersiapkan serta tertunda lama. Dan di penampilannya besok Jumat menurut Djodi sebagai soft launching untuk konser besar mereka.

"Hari ini workshop pertama sekalian sama teman-teman, ada Jabo. Dan Iwan harusnya ada tapi karena lagi umroh. Intinya bersama Dody, Totok Tewel, Pakar, Eddy kita latihan untuk hari Kebangkitan Nasional nanti 20 mei. Ini soft launching semoga bisa launching besar di 20 mei nanti," ujarnya.

Dijumpai di preskon konser kembalinya Kantata Takwa menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang digelar di kediaman Setiawan Djody, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (23/3), Djody juga menuturkan berbagai persiapan untuk konser nanti serta bagaimana konsep acaranya.

"Saya akan dialog mengenai Budi Utomo dulu baru soal konser dan saya akan menyanyikan 3 lagu sebagai penutup. Saya berterima kasih untuk semuanya, jadi walaupun kita main di TVRI ternyata responnya banyak dan ternyata ini salah satu bentuk perjuangannya," terangnya.

Alasan pengusaha serta budayawan ini memilih TVRI sebagai stasiun televisi yang menayangkan konsernya, menurutnya karena TVRI bisa dilihat oleh seluruh orang di Indonesia. Bagi Djodi konser ini bukan lah rasa kangennya akan dunia musik, melainkan sebuah rasa konsistensinya.

"Ini lebih pada bentuk perjuangan dan ini konsistensi saya. Saya terakhir bikin lagu itu tahun 1997 dan kemudian saya berhenti dan mulai main lagi di tahun 2003. Di parkir timur dan setelah itu nggak boleh di pakai sama mbak Mega (Megawati)," tukasnya. (source: kapanlagi/kpl/gum/faj)***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals Mendapat Penghargaan Pemerintah

[BERITA] Bulan Maret dicanangkan sebagai bulan musik. Tahun ini, pemerintah rayakan hari musik dengan menganugerahkan apresiasi pada 11 budayawan dan seniman.

Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Rabu (23/03/2011), di Gedung Kesenian Jakarta mengungkapkan, kesebelas budayawan dan seniman yang akan mendapatkan apresiasi dibagi dua kategori.

Kategori pertama, Anugerah Satyalancana Kebudayaan disematkan pada delapan penerima penghargaan. Sedangkan Anugerah Hadiah Seni disematkan pada tiga penerima lainnya.

Bedanya kedua penghargaan itu? "Satyalencana Kebudayaan tertinggi di bidang seni budaya diberikan langsung oleh presiden. Kalau Anugerah Hadiah Seni dari budpar," papar Wacik.

"Apresiasi ini sudah ada kepresnya," tambahnya. Pemberian Anugerah Satyalancana didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 1959. Anugerah Hadiah Seni didasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) RI No. 23 Tahun 1976. Anugerah Satyalancana yang dimaksudkan diberikan untuk periode 2010. Sedangkan Anugerah Hadiah Seni untuk periode 2011.

Kedelapan budayawan dan seniman penerima Anugerah Satyalancana, 1. Prof. Drs. Darmanto Jatman, SU, seorang filosof dan penyair 2. Koestono (Tony) Koewoyo (alm), seorang komponis yang berkeinginan meredam budaya asing lewat musik 3. Ny. Dewi (alm), seorang koreografer dan penari topeng Losari 4. Hj. Siti Maryam Salahuddin, SH, seorang penulis buku adat daerah Nusa Tenggara Barat 5. Prof. Drs. Jacob Sumardjo, seorang sejarawan teater, esais dan kritikus 6. Iwan Fals, seorang komponis dan penyanyi 7. Emha Ainun Najib, seorang budayawan, penyair, penulis esai dan pertunjukan, dan 8. Prof. Dr. Abdul Hadi WM., seorang budayawan dan komponis.

Selanjutnya, ketiga budayawan dan seniman penerima Anugerah Kebudayaan Hadiah Seni, 1. Elfa Secioria (alm), seorang komponis, pencipta lagu, dan mengorbitkan banyak musisi papan atas Indonesia 2. DR. Sundari Soekotjo, MM, seorang penyanyi keroncong yang kini juga telah bergelar doktor, dan, 3. I Gusti Putu Gede Wedhasmara, seorang pencipta lagu dengan inspirasi budaya budaya Bali.

Saat dimintai tanggapannya Wacik mengungkap, "Bersyukur kreativitas Indonesia luar biasa! Oleh karenanya, negara harus beri apresiasi yang tinggi pada budayawan dan seniman."

Acara penghargaan ini juga bekerjasama dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Selain menggelar penyematan oleh Kemenbudpar, peringatan hari musik dan anugerah Nugeraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) oleh PAPPRI, acara juga untuk mengenang Elfa Secioria [source: kompas.com/alm]. ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Penolakan Iwan Fals Terhadap Reaktor Nuklir

[BERITA] Ancaman susulan setelah Jepang diguncang gempa dan tsunami, adalah nuklir. Kini, lebih dari 2000 penduduk di sekitar pabrik nuklir Fukushima telah dievakuasi. Padahal, mereka selama ini sudah tinggal sejauh 2 kilometer dari lokasi pabrik nuklir tersebut.

Pencipta lagu sekaligus penyanyi yang selama ini kritis dengan tema-tema sosial dan lingkungan, Iwan Fals ikut berkomentar terhadap bahayanya nuklir yang kini mengancam warga Jepang.

"Reaktor Nuklir ternyata tidak kebal Bencana Alam !" tulis Iwan Fals melalui akun twitternya, Sabtu (12/3/2011).

Gempa berkekuatan 8,9 skala richter (SR) di Jepang kemarin, sebenarnya tidak sampai merusak pabrik nuklir di Fukushima. Namun pemerintah Jepang bertindak cepat untuk mengantisipasi kebocoran nuklir, yang dampaknya tak kalah dahsyat dari gempa dan tsunami yang kini telah menewaskan ratusan warga Jepang.

Pemerintah Jepang mengumumkan bahwa telah terjadi situasi darurat di Tokyo Electrik Power, sebuah reaktor nuklir di Perfektur Fukushima. Tidak kurang 3000 warga sekitar reaktor nuklir telah dievakuasi.

Bicara tentang PLTN, sudah sejak lama Iwan Fals memang menentangnya. Dalam album "Cikal" yang dikeluarkan tahun 1991, Iwan dengan tegas menolak PLTN melalui lagu "Proyek 13". Berikut liriknya:

Proyek 13
Iwan Fals ( Album Cikal 1991 )

Meskipun kurang paham tentang radiasi
Meskipun kurang paham tentang uranium
Meskipun kurang paham tentang plutonium
Ku tahu radioaktif panjang usia

Aku tak tahu sampahnya ada dimana
Aku tak tahu pula cara menyimpannya
Aku tak yakin tentang pengamanannya
Karena kebocoran pun ada di sana

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Aku menolak akal yang tanpa hati
Aku menolak teknologi tanpa kendali
Aku tak mau mengijonkan masa depan
Demi listrik sedikit banyak keruwetan

Sama sekali ku tak anti teknologi
Tapi aku lebih percaya pada hati
Aku tahu listrik penting buat industri
Tapi industri jangan ancam masa depan

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Daripada susah payah beli reaktor
Daripada pusing karena sampah nuklir
Daripada malu kepada anak cucu
Aku bergerak menyanyikan kehidupan

Informasi tentang ini harus diberikan
Bahaya dunia maju harus disingkirkan
Rasa gengsi tak perlu diteruskan
Pembangunan PLTN harap hentikan

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Apa yang akan terjadi nanti

Untuk listrik banyak memerlukan sumber energi
Pilihanmu pun tentu jadi dicurigai
Sebab di negeri maju reaktor ditutupi
Bukan alasan agar republik ini beli

Aku lebih suka tenaga matahari
Aku lebih suka tenaga panas bumi
Aku lebih suka dengan tenaga angin
Aku lebih suka tenaga arus laut ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Konser Keseimbangan Iwan Fals di Blitar

[BERITA] Mengusung program keseimbangan alam, konser Iwan Fals di Kota Blitar ternyata sepi penonton. Hanya sekitar 300 orang menyaksikan konser salah satu legenda musik Indonesia itu, di Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) yang berkapasitas sekitar 2.000 penonton, Minggu (4/7) sore.

Meski jumlah penonton di konsernya relatif tidak banyak, Iwan Fals tetap tampil maksimal sejak sekitar pukul 15.30 WIB. Iwan menyanyikan 17 lagu, diawali dengan lagu dari album terbaru nya, Keseimbangan Alam.

Penyanyi yang ngetop dengan lagu Omar Bakri dan Bento itu menyanyikan lagu-lagu bertema keseimbangan dan Tuhan sebagai Sang Pencipta. Dia juga melantunkan sejumlah lagu yang membangkitkan emosi penonton.

Iwan Fals tampil bersama bandnya yang beranggotakan Heirri Buchaery (bass,) Totok Tewel (gitar), Deni Kurniawan (drum), dan Edi Daromi (kibor). Adapun Iwan selain menyanyi juga memetik gitar.

Tak ketinggalan, Iwan Fals juga menyanyikan lagu berjudul Jenderal, yang berirama campuran dangdut, dan lagu tentang pahlawan seperti Laksamana Malahayati. Saat menyampaikan ucapan pengantar sebelum menyanyikan Jenderal, Iwan menyindir bahwa para jenderal (polisi) saat ini sedang senang karena perhatian masyarakat tidak lagi tertuju kepada mereka (dalam kasus rekening mencurigakan) setelah munculnya pemberitaan kasus video porno Ariel Peterpan.

“Tapi jenderal yang kami maksud (dalam lagu) itu adalah yang dicintai masyarakat, yang menjadi komando perang,” ucap Iwan Fals.

Dalam konsernya, Iwan Fals tidak lupa membawakan lagu-lagu lama nan legendaris seperti Wakil Rakyat dan Hio, yang mendapat sambutan meriah para penonton dengan teriakan yel-yel. Apalagi, saat melantunkan Wakil Rakyat Iwan Fals diiringi permainan kolaborasi musik ketipung tradisional Kelompok “Blang-Bleng” dari Blitar.

Hal itu membuat penampilan konser Iwan Fals di Kota Blitar semakin terasa lengkap. Dia juga memunculkan jenis iringan musik di luar kebiasaan.

“Sungguh luar biasa konser Iwan Fals ini. Banyak yang baru dalam iringan musiknya, meski lagunya lagu lama,” tutur Arif, penggemar Iwan Fals, di sela keasyikan menonton di PPIP Blitar sekaligus pelataran parkir makam alm Bung Karno itu.

Sejumlah penonton menyayangkan tidak diberinya izin konser Iwan di sejumlah daerah di Jatim. “Mungkin jika pihak berwenang mendengar lagu-lagu yang dibawakan Bang Iwan yang sangat berkaitan erat dengan pelestarian alam, izin konser pasti disetujui,” kata Andi, warga Kota Blitar yang juga fan berat Iwan Fals.

Sekadar mengingatkan, Iwan gagal menggelar konser bertajuk “Panggung Keseimbangan” di beberapa kota di Jatim. Dia terkendala izin kepolisian, yaitu di Jombang, Jumat (2/7) siang, dan Lamongan, Rabu (30/6).
Menurut Ketua Yayasan OI (sebutan untuk perkumpulan penggemar fanatik Iwan) di Jombang yang juga panitia penyelenggara, M Adib, polisi mengaku tidak bisa menjamin keamanan konser Iwan di Jombang. Apalagi, Jombang berdekatan dengan Lamongan dan Mojokerto, yang baru saja menggelar pilbup bermasalah.

Di Lamongan, meskipun gagal manggung, Iwan tetap hadir, Rabu (30/6). Bersama istri, Rosanna, dan sejumlah pengurus yayasan OI, Iwan menanam pohon di Kampus Universitas Islam Lamongan. (Surya, 2/7).

Kepala Dinas Informasi Publik dan Pariwisata Kota Blitar, Minggu (4/7), Kasmiadi, mengatakan, sepinya penonton di Blitar sudah diperkirakan sejak semula. Pasalnya, waktu untuk melakukan publikasi konser Iwan relatif sempit.

“Tapi jumlah penonton yang sedikit ini (justru) membuat kami lega. Karena, apa yang dikhawatirkan banyak pihak dari ajang konser Iwan Fals (muncul kerusuhan, Red) tidak terbukti di Kota Blitar,” katanya.

SELAIN bernyanyi, Iwan juga menanam 6.000 pohon mahoni dalam kegiatan bertajuk “Keseimbangan OI Menanam”. Di sela acara di perbukitan Blitar Selatan ini dia menyatakan berupaya mengingatkan dan menyadarkan semua lapisan masyarakat terhadap pentingnya arti keseimbangan alam.

Menurut Iwan, kondisi hutan di Indonesia yang sangat memprihatinkan harus segera diatasi sejak sekarang tanpa ada kata terlambat. Hal itu, katanya, harus dilandasi oleh niat dan aksi nyata di lapangan; tidak hanya sekadar berteriak-teriak melalui program penyelamatan hutan namun tanpa melaksnakan tindakan.

Iwan menambahkan, langkah menanam juga harus diikuti dengan menyiram atau memelihara. Menurutnya, akan sia-sia jika hanya menanam tanpa melakukan pemeliharaan. (source: amru muiz/SURYA) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals Ekslusif di "Kick Andy" Metro TV, 5 atau 12 Februari 2010

[BERITA] Dikenal sebagai salah seorang seniman garda terdepan melawan penindasan yang dilakukan rejim represif Soeharto pada dekade 80-an, namun penyanyi folk legendaris Iwan Fals secara terbuka menyatakan terimakasih dan kekagumannya kepada Orde Baru pimpinan Presiden Ke-2 RI, Soeharto.

“Saya terus terang berterimakasih kepada Orde Baru karena mereka berjasa ikut melahirkan lagu-lagu seperti `Guru Oemar Bakrie`, `Wakil Rakyat`, `Bento`, `Bongkar` dan sebagainya. Kalau nggak ada Orde Baru, nggak ada yang namanya Iwan Fals. Saya berterimakasih untuk itu. Tapi ini tidak berarti saya setuju dengan segala tindakannya selama berkuasa,” jelas Iwan ketika melakukan proses taping untuk acara Kick Andy di Metro TV pada Rabu (27/1) malam.

Iwan lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa dirinya bahkan termasuk orang yang mengagumi Soeharto. Menurut Iwan, figur Soeharto secara fisik memiliki kemiripan dengan ayah kandungnya yang kerap dipanggil “Pak Harto” jika sedang turun ke lapangan. Kekagumannya yang paling utama terhadap sosok Soeharto adalah kemampuannya bertahan sebagai penguasa. “Kok, dia bisa ya bertahan jadi presiden selama 32 tahun!”

“Anda pernah bertemu langsung dengan Soeharto?” tanya host Andy F. Noya.

“Pernah. Ketika adik saya menikah walinya Pak Harto…”

“Kesan Anda setelah bertemu Pak Harto?”

“Dia senyum-senyum saja, seperti biasa [Tertawa].”

Menanggapi rumor yang kemudian berkembang menjadi mitos tentang kepanjangan judul lagu “Bento” sebagai “Benci Soeharto,” Iwan dengan santai menepis anggapan tersebut. “Saya nggak membenci Soeharto, cuma bosen, karena dia terlalu lama menjadi presiden,” ujar Iwan santai yang disambut riuh tawa para penonton Kick Andy di studio.

“`Bento` adalah fenomena keluarga-keluarga muda Jakarta saat itu yang tinggal di real estate. Kalau pun saya menggunakan nama Bento sebenarnya biar nggak sama saja dengan kebanyakan nama pada umumnya. Ternyata belakangan malah ada nama pemain sepakbola dari Timor Timur yang bernama Bento juga [Tertawa],” ujar Iwan Fals.

Mengenai lagu “Bongkar” yang sebenarnya menurutnya bercerita tentang represi tentara Soeharto dalam insiden di Kedung Ombo, Kacapiring dan Way Jepara, Iwan menjelaskan bahwa lirik lagu itu kemudian diubah oleh Sawung Jabo hingga menjadi seperti yang kita kenal saat ini. Lagu “Bento” dan “Bongkar” akhir tahun lalu ikut terpilih ke dalam “150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa” versi Majalah Rolling Stone Indonesia. Lagu "Bongkar" bahkan menjadi nomor satu di sana.

Pada kenyataannya Iwan Fals adalah salah seorang “korban” penindasan Soeharto. Di tahun 1989 Tur 100 Kota untuk mempromosikan album Mata Dewa miliknya dibatalkan secara sepihak oleh aparat kemananan tanpa alasan yang jelas.

Jauh sebelumnya di tahun 1984, usai turun panggung di Pekanbaru, Riau ia ditangkap polisi dan selama 14 hari menjalani interograsi secara marathon. Melalui lagunya yang berjudul “Mbak Tini” dan “Demokrasi Nasi” (tak pernah masuk ke dalam album) Iwan dituduh menghina kepala negara dan ibu negara di atas panggung. Lirik lagu “Mbak Tini” bercerita tentang seorang pelacur yang membuka warung kopi di pinggir jalan dan bersuamikan Soeharyo.

“Waktu di atas panggung saya ubah namanya jadi Soeharto [Tertawa],” ujarnya seraya menjulurkan lidah.

Akhirnya karena tidak terbukti bersalah Iwan justru diberi marga oleh polisi keturunan Batak yang menginterogasi dirinya selama 14 hari tersebut.

“Marga saya Siahaan,” lagi-lagi sambil tertawa.

Ini merupakan penampilan pertama Iwan Fals dalam program talkshow di televisi. Sebelumnya selama 2 tahun pemandu acara tersebut, Andy F. Noya membujuk Iwan agar bersedia diwawancara namun selalu menolak, bahkan ia sempat memburunya hingga ke kediaman Iwan di Leuwinanggung, Depok.

Episode Kick Andy yang menampilkan Iwan Fals ini rencananya akan ditayangkan antara tanggal 5 atau 12 Februari 2010 pukul 21:30 WIB di Metro TV.

Di kala jeda segmen Iwan juga sempat menyanyikan beberapa lagu seperti “Bongkar,” “Guru Oemar Bakrie,” hingga lagu “Suhu” dari album terbarunya yang akan rilis akhir Februari mendatang, Keseimbangan.

Beberapa momen mengharukan juga hadir ketika Iwan Fals dipertemukan kembali dengan sahabat-sahabatnya dari grup Babadotan sewaktu berkuliah di LPKJ (kini IKJ). Salah satunya adalah dengan Gumgum yang telah berpisah selama 30 tahun lamanya. Juga ketika ia bertemu kembali dengan Engkus, seorang montir mobil sekaligus “manajer pertama” yang memberinya nama beken: Iwan Fals.

Penampilan Iwan di Kick Andy terlihat sangat rileks walau pertanyaan-pertanyaan kritis kerap kali dilontarkan oleh Andy F. Noya. Salah satu pertanyaan yang selama ini seperti menjadi tabu dan semalam ikut ditanyakan adalah:

“Apakah benar Galang meninggal dunia karena overdosis drugs?”

Dan Iwan pun menghela nafas sebelum akhirnya berkomentar…. [source : Wendi Putranto/rollingstone indonesia] ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

ALBUM TERBARU IWAN FALS 2010 "KESEIMBANGAN"

[BERITA] Dapatkan lebih dari 10 lagu Iwan Fals dalam album terbaru 2010 "Keseimbangan" (Suhu | Pohon Untuk Kehidupan | Ya Allah Kami | dan lain-lain).

Harga : CD Rp 50,000 - Kaset Rp 25,000
(belum termasuk biaya kirim)

IKUTI CARA PEMESANAN:

A. Kirim info pesanan Anda melalui:
1. E-mail: order@iwanfals.co.id
2. SMS: 0813 980 55 110
3. Hotline (jam kerja): 021 845 5329, 0813 980 55 110
4. Facsimile: 021 845 5330
5. Datang langsung ke Tiga Rambu (Ds. Leuwinanggung No. 19 Cimanggis - Depok), hubungi Titin/Eneng

B. Sebutkan:
1. Nama pemesan;
2. Jumlah pesanan;
3. No. telepon yang bisa dihubungi;
4. Alamat pengiriman.

C. Minta KODE PESAN. Tanpa KODE PESAN, pesanan Anda tidak dapat diproses.

D. Lakukan pembayaran TUNAI ketika memesan, atau transfer ke:

PT. TIGA RAMBU
BANK MANDIRI
KK Time Square Cibubur
Rekening no: 129-00-0613314-0

E. Kirim bukti transfer ke fax 021 8455330, sertakan Kode Pesan Anda.

F. Pengiriman:
• Pengiriman pesanan mulai tanggal 22 Februari 2010.
• Pesanan dikirim setelah pembayaran diterima atau bukti transfer diterima.
• Lama pengiriman sesuai jarak kota.
• Biaya pengiriman sesuai harga resmi perusahaan ekspedisi yang ditunjuk oleh PT Tiga Rambu.


INFO LEBIH LANJUT, hubungi:
021 8455329 (jam kerja) | manajemen@iwanfals.co.id

Peminat menjadi distributor/reseller hubungi Titin di 021 8455329 (jam kerja)
-UNTUK SEMENTARA TIDAK DIJUAL DI TOKO CD/KASET-
(source : iwanfals.co.id) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Album Baru Iwan Fals Akan Rilis Tanpa Label

[BERITA] Hujan mulai membasahi kawasan Leuwinanggung tempat berlangsung konser bulanan Iwan Fals. Namun penonton yang menyesaki konser ”Terakhir” Iwan Fals di tahun 2009 di Leuwinanggung tetap memadati panggung yang sore itu dihiasi dengan ornamen warna cokelat. Terasa begitu teduh, seperti menjadi warna selamat datang kepada tuan rumah yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji pada 17 Desember 2009 lalu.

Adalah Ipang (BIP) dan Be3 sore itu menjadi bintang tamu bulanan Iwan Fals yang memang selalu menghadirkan kejutan berupa bintang tamu yang tak diinformasikan terlebih dahulu. Sebelumnya ada Ian Antono, Tere, Tipe-X, Sherina, Peterpan, Dewi Sandra, Glen Fredly, dan Slank yang menjadi bintang tamu konser bulanan.

Sore itu seperti yang dijanjikan memang banyak memberikan kejutan. Kejutan bahwa Iwan Fals sudah bertitel Haji sore itu adalah salah satunya. Saya yang sempat diminta keatas panggung untuk memberikan secara simbolis langsung ke Iwan Fals beberapa piagam dari lagu Iwan Fals yang masuk daftar Rolling Stone 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa melihat sosoknya terlihat sehat dengan rambut tercukur rapi. Iwan juga sempat bercerita sejenak tentang pengalaman naik haji. Termasuk sebelum membawakan lagu ”Adzan Subuh Masih Di Telinga.” Menurut Iwan. “Lagu ini pula yang mendorong saya untuk naik Haji… ketika lihat Ka’bah… wah!”

Lagu ”Besar dan Kecil” yang bercerita tentang perseteruan Buaya vs Cicak yang diciptakan Iwan Fals di tahun 1992, jauh sebelum balada Cicak Vs Buaya di tahun 2009 mengemuka menjadi lagu pembuka konser yang bertema ”Keseimbangan.”

Namun kejutan yang luar biasa tentunya adalah adanya album baru Iwan Fals. Iwan Fals di atas panggung di Leuwinanggung dihadapan sekitar 1000 penggemarnya yang memadati konser bulanan menegaskan bahwa album barunya akan segera dirilis pada 15 Januari 2010. Dan berita besar bagi Industri musik di Indonesia album baru Iwan Fals yang rencananya berjudul Keseimbangan ini hanya dapat dipesan via website Iwan Fals, www.iwanfals.co.id. Inilah kejutan pada musik Indonesia. Iwan Fals meninggalkan zona nyaman sebagai artis. Lepas dari label rekaman besar dan berniat mempromosikan album barunya lewat cara mereka sendiri. Strategi yang sebelumnya sudah ditempuh oleh Slank, Naif, dan Gigi.

Iwan Fals menjelaskan hal tersebut saat mengenalkan jajaran tim dari manajemen Tiga Rambu yang terdiri dari Yos (istri Iwan Fals) , Cikal (anak Iwan Fals), Titin, Kresnowati, dan Silla serta beberapa nama lagi yang tidak bisa disebut satu-persatu. Adalah Kresnowati orang yang selama ini kerap menjadi MC di acara-acara konser Iwan Fals dan termasuk orang lama di OI yang juga memberikan info akan adanya album baru ini.

Kejelasan informasi akan album baru tanpa dirilis oleh label manapun itu itu makin diperkuat saat saya bertemu langsung dengan Yos (istri dan manajer Iwan Fals) ketika Iwan Fals sedang memberikan keterangan pers setelah acara konser bulanan minggu sore itu berakhir. ”Musica label lama dan Falcon Music sebuah label baru mau membantu mengedarkan album baru Iwan Fals ini, namun kami mau mencoba rilis dengan cara kami sendiri dulu,” kata Yos dengan tersenyum penuh makna.

Sore itu di Leuwinanggung memang terlihat sosok Indrawati Widjaja atau akrab disapa Acin datang menyaksikan konser terakhir Iwan Fals di tahun 2009. Bekas bos Iwan Fals tersebut rupanya ingin melihat secara langsung aksi Iwan Fals yang selama ini belum terlaksana karena selalu terbentur masalah jadwal. ”Akhirnya bisa hadir juga ke Leuwinanggung,” katanya. Beberapa undangan termasuk Tere, Alexa, Cholil Efek Rumah Kaca terlihat diantara penonton. ”Doakan saja supaya saya tidak malas rekaman, jadi mulai tangga 15 Januari 2010 sudah bisa bisa dipesan album baru saya,” kata Iwan Fals yang menutup konser bulanan dengan lagu ”Mata Dewa” berkolaborasi dengan Ipang dan Be3. [oleh: Adib Hidayat/source: rollingstone.co.id] ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals Sulit Menceritakan Ulang Lagu "Ibu"

[BERITA] Penyanyi balada Virgiawan Listanto atau biasa disapa Iwan Fals merasa sukar mencurahkan perasaannya jika diminta menceritakan ulang proses penciptaan lagu Ibu. diceritakan kembali. Bibirnya kelu tanpa mampu berkata-kata. Sesekali ia terdiam lalu memperdengarkan tawa sendu.

iwan falsKepada Tempo dia berkata singkat, "mengarang lagu Ibu mengalir begitu saja," ketika dihubungi di Bogor, Selasa, (22/12).

Dalam ingatannya, sosok Ibu digambarkan layaknya udara. Kasih sayang yang diterima, tak mampu dia balas. Meski berhadapan dengan darah dan nanah, bagi ayah almarhum penyany Galang Rambu Anarki ini, kasih sayang Ibu tak akan pernah sirna hingga kapanpun.

Kini lagu Ibu yang dibuatnya sekitar tahun 1985 itu, telah menjadi ilustrasi perjuangan sosok Ibu di Indonesia. Terlebih ketika menyambut Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember. Banyak kalangan yang menjadikan lagu itu sebagai "lagu kebangsaan" Ibu.

"Saya mengucapkan selamat Hari Ibu bagi ibu-ibu di Indonesia," ujarnya. Ayah dua anak ini menambahkan keberadaan seorang Ibu sepenuhnya mendorong dirinya menjadi lebih berani berbuat sesuatu pada zamannya dulu.

Sudah banyak versi lagu Ibu didaur ulang oleh beberapa musisi. Dia pun sempat mendengarkan langsung lagu itu dibawakan. Namun bagi suami Yos ini, suasana hati dan karakter penyanyi turut mempengaruhi penilaian keseluruhan lagu itu.

"Sosok Ibu sangat dominan memengaruhi kehidupan saya. Ibu telah mewarnai hidup saya," kata pria kelahiran 3 September 1961 ini. (source : tempo interaktif) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

"BONGKAR", LAGU TERBAIK SEPANJANG MASA

[BERITA] Rolling Stone Indonesia edisi Desember 2009 membuat daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik. Beberapa lagu Iwan Fals baik solo maupun grup (Swami, Kantata), bertengger di deretan tersebut. Bahkan, lagu "Bongkar" (Swami I) dinobatkan sebagai Lagu Terbaik.

Berikut lagu-lagu Iwan Fals yang masuk deretan 150 lagu Indonesia terbaik sepanjang masa versi Rolling Stone :

001 : Bongkar (Swami I)
005 : Guru Oemar Bakrie (Sarjana Muda)
010 : Bento (Swami I)
042 : Yang Terlupakan (Sarjana Muda)
051 : Wakil Rakyat (Wakil Rakyat)
056 : Pesawat Tempur (1910)
065 : Galang Rambu Anarki (Opini)
082 : Kesaksian (Kantata Takwa)
097 : Sarjana Muda (Sarjana Muda)

Di samping menjadi nomor satu, Iwan juga menyumbangkan lagu terbanyak yang bertengger di deratan 150 Lagu Indonesia Terbaik.

Anda penikmat lagu-lagu Iwan Fals, tentu ingin memasukkan lebih banyak lagi lagu-lagu Iwan ke daftar tersebut. Taruhlah misalnya lagu-lagu berkualitas dari album Cikal atau Hijau. Namun, tak hanya soal kualitas, ihwal bobot popularitas dari lagu yang bersangkutan dan dampaknya terhadap masyarakat secara luas, nampaknya juga menjadi satu sisi penilaian. [red] ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Album Iwan Fals dalam Deretan Album Terbaik

[BERITA] Ini memang bukan berita baru. Pada Edisi Desember 2007, majalah Rolling Stones Indonesia sempat membuat deretan 150 album terbaik sepanjang masa. Dan beberapa album Iwan Fals baik yang solo maupun grup nangkring di deretan album terbaik tersebut.

Ini merupakan salah satu bukti kehandalan dan betapa prestasi yang diraih oleh seorang Iwan Fals sebagai penyanyi tidaklah sembarangan. Dari 150 Album Indonesia Terbaik sepanjang masa, Majalah RSI melalui telaah yang dilakukan, menempatkan 6 album di antaranya merupakan sumbangsih seorang Iwan Fals. (album terbaiknya sendiri dipegang oleh Badai Pasti Berlalu).

Ranking 008 - Album Swami 1 - 1989
Ranking 027 - Album Sarjana Muda - 1981
Ranking 064 - Album Kantata Takwa - 1990
Ranking 067 - Mata Dewa - 1989
Ranking 069 - Orang Gila - 1994
Ranking 090 - Aku Sayang Kamu - 1986

Bagaimanapun telitinya, penilaian memang tak ada dalam ruang hampa. Selalu ada sisi subjektivitas, betapapun kecilnya. Apakah Anda punya pendapat lain tentang album Iwan Fals bagus lainnya yang belum sempat nangkring di tanggal 150 album terbaik itu?

Berikut adalah daftar lengkap 150 Album Indonesia Terbaik. (red) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals: Bukan cuma pejabat yang bisa korup, seniman pun bisa khilaf

[BERITA] Semilir angin dingin tak membuat ratusan orang yang berada di Gedung Indonesia Menggugat, Senin (9/11) ingin beranjak dari silanya. Mereka seolah tersihir oleh penampilan beberapa seniman dan musisi yang mengisi acara Bandung Mengenang Rendra (BMR) malam itu.

Acara BMR dengan tajuk “Konser Musik: Kantata Untuk Rendra” dari pukul 20.00 hingga 23.30 WIB. Dihadiri oleh dua sosok legendaris dari grup kenamaan itu, yaitu Sawung Jabo dan Iwan fals. Meskipun grup yang terkenal dengan lirik khas bertemakan kritik sosial itu tidak dalam formasi lengkapnya lagi. Namun, hal itu tidak membuat suasana menjadi sepi, ditambah lagi dengan kemunculan dadakan dari Iwan fals yang semakin membuat suasana semakin riuh.

Salah seorang panitia dan penggagas ide BMR, Herry Dim dalam pembukaannya menuturkan jika acara itu bukanlah persembahan untuk Rendra. “Rendra kini telah pergi dari kita. Tidak ada lagi sesuatu yang ia perlukan kecuali doa dari kita selaku seniman dan keluarganya, yang perlu dilanjutkan oleh kita dari Rendra adalah apa yang dia perjuangkan semasa hidupnya,” tuturnya.

"Rendra telah menyuarakan tentang kebebasan, keadilan, pendidikan yang terjangkau dan kemiskinan yang ada di bangsanya, dan itu tidak akan pernah mati dan berhenti. Kita semua baik seniman ataupun non seniman harus terus memperjuangkan itu,” beber Herry.

Sebelumnya Iwan fals memulai aksinya sendiri dengan memusikalisasi puisi Rendra yang berjudul Gerilya dan Tahanan. “Puisi Gerilya ini pernah dimuat di majalah Siasat tahun 1955, sedangkan Tahanan pernah dimuat di majalah Kisah tahun 1956,” imbuhnya.

“Saya pikir Rendra hanya untuk saya saja, tapi ternyata banyak juga yang mengenang Rendra malam ini. Saya tidak bisa menolak saat diminta hadir mengisi acara malam ini. Bagi saya ini adalah persembahan saya untuk Rendra dan saya bangga bisa hadir di sini, ini adalah mata air di antara ramainya outlet-outlet bisnis yang ada di Bandung,” ujar Iwan yang datang saat hujan lebat menguyur Bandung.

Dalam kesempatan itu Iwan Fals juga meminta izin dan permohonan maaf karena dirinya akan berangkat haji pada tanggal 19 November mendatang. "Bukan pejabat saja yang bisa korup, seniman juga bisa jadi melakukan khilafnya, saya minta maaf yang sebesarnya jika ada keselahan. Kepergian ke tanah suci ini untuk yang kedua kalinya, yang pertam untuk umrah. Awalnya dipaksa oleh keluarga sehingga seperti leher ditarik-tarik. Namun, Klo tidak seperti itu nampaknya kan sulit untuk berangkat," ujar pelantun lagu “Bongkar” itu.

Iwan berseloroh jika saat pertama kali ia ke Mekkah pada tahun 1975 saat masih duduk di bangku SMP, orang banyak yang heran, biasanya kalau orang pulang ke tanah air bawa air zam-zam saya malahan bawa gitar. “Eh, entah percaya atau tidak saya sekarang benar-benar menjadi musisi. Dan saat di sana saya juga berdoa agar menjadi musisi yang menyuarakan kebenaran dan keadilan. Alhamdulillah kini saya masih menyuarakan hal itu,” paparnya.

“Besok, saya di sana akan berdoa untuk masa depan Indonesia,” imbuh Iwan. Setelah Iwan fals bermain, hadir giliran Sawung Jabo. Sawung menyanyikan beberapa lagu yang dipersembahkan khusus untuk Rendra.

Setelah itu, keduanya tampil bersama, lagu yang ditampilkan oleh Kantata yang berisikan beberapa personil tambahan malam itu ialah Paman Doblang, Balada Pengangguran, Hio dan Kesaksian.

“ Aku tak mau kehilangan akal sehat dipikiranku, aku tak mau menyaksikan ada orang yang dihinakan, aku hanya tahu, bahwa orang hidup, agar jangan mengingkari hati nurani,“ salah satu lirik dari syair Hio.

Hari yang semakin malam tidak membuat para penonton untuk keluar dari gedung lebih awal, ditambah lagi suasana konser yang begitu ‘cair’ sehingga tidak ada pembatas antara penonton dan musisi. Suasana riuh ketika suara penonton dan para musisi bercampur ditambah ruang konser yang tidak terlalu luas membuat suasana malam itu menjadi pengap dan hangat. Namun, tidak mengurangi kenikmatan mereka bernyanyi bersama.

Konser musik malam itu, mencapai klimaksnya ketika Iwan dan Sawung menjadi satu diatas panggung dan menyanyikan lagu 'Badut' yang kemudian diikuti oleh sautan dari penonton. Pada konser malam itu hadir pula seniman asal Bandung lainnya seperti Harry Pochank, Mukti Mukti dan Tiwi Sakuhaci yang mencoba memusikalisasi puisi-puisi Rendra.

Sejumlah seniman Bandung, sebelumnya telah menggagas beragam kegiatan untuk mengisi acara BMR ini, dari tanggal 28 Oktober hingga 16 November. Acaranya terdiri dari sepuluh agenda kegiatan seperti diskusi, apresiasi, eksibisi dan konser music yang berkaitan dengan karya-karya Rendra.

Adapula Pameran Senirupa Megatruh Kambuh, Pameran Senirupa "Nyanyian Angsa" yang terinspirasi dari karya-karya puisi Rendra, Pertunjukan Teater “Kisah Perjuangan Suku Naga” dan pemutaran film. Tempat yang akan dijadikan berlangsungnya kegiatan diantaranya yaitu Gedung Indonesia Menggugat, Bale Rumawat Universitas Padjajaran, Universita Parahiyangan, STSI dan Yayasan Pusat Kebudayaan. (cource : Republika/C03) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals: Pohon untuk Kehidupan

[BERITA] Penyanyi Iwan Fals pun, Selasa, mengenakan pita hitam pada lengan sebelah kiri untuk menunjukkan keprihatinan terhadap ketidakadilan yang terjadi.

"Pita hitam ini tanda kehidupan, tanda jangan menyerah, tetap melawan," kata Iwan Fals usai tampil di aksi sosial acara Greenpeace di Teater Salihara, Jakarta Selatan, Selasa.

Ketika ditanya apakah pita hitam tersebut sebagai tanda dukungan terhadap pimpinan KPK nonaktif Candra M Hamzah dan Bibit S Rianto, Iwan menjawab diplomatis bisa saja dikaitkan dengan hal tersebut.

"Secara teknis bisa saja ke KPK," katanya.

Tetapi Iwan menambahkan bentuk perjuangan tersebut agar dilakukan secara damai.

"Memperjuangkan ketidakadilan dengan damai," katanya.

Mengenai kasus kriminalisasi dua Wakil KPK tersebut, Iwan mengatakan agar hal tersebut diselesaikan di pengadilan saja.

Iwan Fals tampil di Teater Salihara dalam acara aksi sosial untuk pelestarian hutan gambut di Semenanjung Kampar, Riau.

Dalam acara tersebut, Iwan Fals dengan diiringi bandnya tampil menyanyikan empat lagu yang berlirik soal pelestarian lingkungan.

Empat lagu yang dia bawakan yaitu "Robot Bernyawa", "Ini Bukan Mimpi", "Pohon Kehidupan" dan "Siram Tanam".

Pada acara tersebut Iwan Fals lewat manajemennya PT Tiga Rambu memberikan dukungan kepada Greenpeace berupa uang tunai yang diberikan oleh Direktur PT Tiga Rambu, Rosana Listanto kepada perwakilan LSM Jikalahari.

Sedangkan pihak Greenpeace memberikan cenderamata berupa potongan kayu meranti dari hutan Kampar kepada Iwan Fals.

Aksi sosial tersebut merupakan awal dari konser bulanan Iwan Fals dan bandnya untuk bulan November 2009 dengan judul Pohon Kehidupan yang akan digelar ada 14 November 2009 di PanggungKita, Leuwinanggung atau di rumah Iwan Fals. (source : Antara) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals Sapa Bikers TVS Jawa Timur

[BERITA] Musisi Iwan Fals yang juga duta merk (Brand Ambassador) TVS Motor di Indonesia sejak 21 hingga 29 Oktober 2009 melakukan kunjungan ke sembilan diler TVS Motor di wilayah Jawa Timur (Jatim).

Beberapa diler TVS di Jatim yang dikunjungi Bang Iwan tersebut yakni Gresik, Jember, Banyuwangi, Surabaya, Pasuruan, Malang, Blitar, Nganjuk dan Kediri.

Selain mengunjungi diler tersebut, musisi yang kerap kali menyindir pemerintah lewat karya-karyanya itu juga menemui para pemilik motor TVS, pengurus dan anggota komunitas TVS Motor Community (TMC) serta menyapa dan berbincang-bincang langsung dengan para penggemarnya.

"Bahkan pada Sabtu, 24 Oktober 2009, Bang Iwan juga menggelar konser di diler TVS Surabaya tepatnya yang berada di Jl. Ahmad Yani No.36 A," ujar Corporate Communications TVS Nurlida Fatmikasari dalam siaran persnya yang diterima okezone, Senin (26/10/2009).

Bagi yang belum mendapat kesempatan bertatap langsung dengan Iwan Fals, setiap pembeli motor TVS RockZ 125 cc selama bulan Oktober ini juga mendapatkan kesempatan langka, yaitu makan bersama Iwan Fals. Kesempatan ini juga berlangsung di kota-kota yang dikunjungi oleh Iwan tersebut. (sourec : okezone/uky)***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Coretan Sakit Hati Iwan Fals

Oleh : Adib Hidayat [Source : Rolling Stone]

[BERITA] Rosana Listanto atau akrab disapa mbak Yos, istri sekaligus manajer Iwan Fals menelpon saya untuk memberikan akses jalan masuk ke rumah Iwan Fals yang tidak melalui pintu depan. Namun akses ini lewat sebuah perumahan yang tidak dipasang petunjuk apapun untuk masuk ke lahan parkir lain dari rumah Iwan Fals di Leuwinanggung.

Saat saya tiba suasana sudah ramai, barisan mereka yang mengantri di depan loket mulai menyemut. Seperti biasa, banyak dari mereka yang membuka lapak dan menjual ragam bootleg merchandise Iwan Fals dan menggelar dagangan mereka. Dari mulai kaset bekas, foto asli yang di pigura, serta ratusan desain kaos Iwan Fals bajakan yang dibuat oleh mereka yang memanfaatkan konser yang digelar rutin tiap bulan ini sebagai pemasukan tambahan.

Kali ini tema yang diusung adalah ”Coretan di Dinding”, mengacu pada salah satu judul lagu terkenal Iwan Fals. Sabtu, 17 Oktober 2009 konser bulanan Iwan Fals & Band menghadirkan bintang tamu Tipe-X serta Tere. Tere, vokalis cantik ini baru saja melenggang ke senayan setelah dirinya secara pasti menjadi wakil rakyat dari Partai Demokrat. Konser bulanan Iwan Fals selalu menghadirkan kejutan lewat bintang tamu. ”Harusnya bintang tamu hari ini Naif, tapi mendadak mereka tidak bisa. Gigi yang jauh hari kami ajak juga tidak sesuai jadwalnya,” ujar Yos dalam pesan pendek kepada saya 2 hari sebelum konser pada hari Sabtu, 17 Oktober 2009 ini.

Tresno, vokalis Tipe-X tidak bisa menahan kegugupanya saat saya menjumpainya di belakang rumah Iwan Fals yang merangkap menjadi tempat makan dan berkumpul mereka yang mau tampil di konser bulanan di Leuwinanggung. Tresno boleh saja kenyang dengan ragam fans yang biasa dia temui di konser Tipe-X. Namun bertemu dengan OI (Penggemar Iwan Fals) di rumah Iwan Fals ibarat bertandang ke istana raja tetangga dan bertemu dengan sejumlah pasukan fanatiknya yang siap membela jika sang raja di repotkan oleh ulah tamu yang masih asing bagi mereka.

Totok Tewel menepuk pundak Tresno saat vokalis band yang memelihara jenggot ini bersiap hendak mengambil makan di ruang dalam rumah Iwan Fals. Waktu menunjukkan jam 15.15. Pertanda konser akan segera dimulai. Pihak PT Tiga Rambu, manajemen yang membawahi segala perkara bisnis Iwan Fals makin rapi dalam menyelenggarakan kegiatan bulanan ini. Selain kegiatan bakti sosial yang rutin dilakukan, tim inti yang terdiri dari para wanita hebat Yos, Titin, Kresnowati, Cikal, serta Silla ini juga yang aktif dalam bergerak ke segala penjuru untuk kegiatan bisnis Iwan Fals. Kresnowati membuka konser sore itu dengan memanggil beberapa wakil pemuda yang memiliki prestasi untuk sharing semngat dnegans meua yang hadir. Seperti konser biasanya di Leuwinanngung, suasana tersimak akrab dan bersahaja. Banyak yang membawa anak dan istri. Menggelar tikar di pinggir lapangan dekat panggung sambil membuka bekal mereka. Ini potret ”Libur Kecil Kaum Kusam”, seperti judul lagu Iwan Fals. Dengan tiket seharga Rp 40,000,- mereka bisa bertemu melepas penat dengan bertemu idola. Bertemu penyemangat jiwa. Pemicu semangat untuk berkarya dan berusaha.

Lagu ”Sarjana Muda” menjadi menu pembuka yang langsung menyihir sekitar 1000 penonton yang hadir. Kehilangan Cok Rampal & Sonata membuat peran gitaris pengganti Totok Tewel terasa begitu berpengaruh. Totok Tewel, gitaris band lawas El Pamas dan teman seangkatan Iwan Fals yang kenyang membantu proyek Swami, Kantata Takwa, sampai Dalbo ini tahu betul harus seperti apa musik yang seharusnya menjadi menu bagi Iwan Fals. Posisi diirnya banyak diakui mempengaruhi kinerja komposisi musik IwanFals. Dua hari sebelumnya, Iwan Fals membuktikan itu dalam konser live yang ditayangkan di Tvone dalam rangka pengumpulan dana korban gempa Padang. Malam itu di TVone, Iwan Fals berhasil menjual topi dan gitarnya 150 juta, juga lukisannya yang dibuat selepas Galang Rambu Anarki meninggal seharga 88 juta.

Kresnowati, orang lama yang banyak membantu Iwan Fals dan OI menghampiri saya saat saya duduk berbincang dnegan Yos & Cikal. ”Itu maskot dari pertunjukan-pertunjukan Iwan Fals!” katanya sambil menunjuk seorang lelaki lusuh berkepala botak mirip pengemis dengan kaos sangat butut compang-camping yang sudah tak karuan bentuknya. ”Orang itu selalu ada dimanapun Iwan Fals konser, dan baju lusuh yang dia pakai itu adalah baju almarhum Galang.”

Berturut-turut lagu ”Jangan Bicara”, ”Krisis Pemuda”, dan ”Panggilan Dari Gunung” membahana. Ada protes disana-sini yang terlontar setiap lagu dengan tema politis dan kritis itu menyeruak menjadi paduan suara massal sore itu. Apalagi saat lagu ”Balada Pengangguran” di bawakan. Iwan Fals berorasi lantang cukup lama bagai ketua buruh paling radikal meminta upah kenaikan gaji kepada majikan yang sewenang-wenang.

Entah Iwan Fals sengaja memperpanjang orasinya atau tidak, yang pasti sebelum ”Balada Pengangguran” dibawakan, Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail hadir dan duduk dengan senyum khasnya itu di tempat VIP beserta deretan timnya. Pak Walikota cuma tersenyum masam saat Iwan Fals berorasi. Apalagi ketika ”Bento” menjadi medley dari nada-nada sakit hati yang dibawakan dengan aransmen musik yang mendekati akar rock. Peran Totok Tewel pastinya ini.

Sebelumnya Tipe-X hadir melakukan kolaborasi dengan Iwan Fals di lagu ”Mawar Hitam”. Saat anthem ska paling kondang se Indonesia ”Sakit Hati” dibawakan mereka para OI mulai hanyut dalam goyang pogo yang lama tak terlihat itu. Tipe-X kemudian melanjutkan sesi mereka dengan membawakan karya Iwan Fals dengan cukup apik, ”Temanku Punya Kawan.”

Tera sore itu kebagian membawakan lagu ”Kesepian Kita”, ”Tersenyumlah”, dan ”katakan Kita Rasakan,”. Tere yang satu jam setelah tampil menelpon ke handphone saya sangat berharap dirinya bisa berbuat sesuatu di wilayah kesenian dengan posisinya sekarang sebagai anggota dewan. Awal yang bagus tentunya, jika Tere bisa mengajak Iwan Fals untuk menghasilkan sesuatu yang berkaitan dengan kepedulian kesenian. Itu tentu luar biasa. Teringat akan komentar dari Makki, bassis Ungu saat terlibat pembicaraan tentang siapa yang layak menjadi lokomotif gerakan musik nasional. Dia menjawab, ”Jika Iwan Fals dan Slank sudah bersatu dan berbuat sesuatu. Gua yakin musisi yang lain akan ikut.” Itu pula kenapa kami di Rolling Stone pernah menjadikan dua mesin politik rock & roll Indonesia itu dalam sebuah cover story.

Konser sore itu diakhiri sebelum magrib tiba dengan berturut-turut lagu monumental seperti ”Paman Doblang”, ”Rajawali”, dan tembang sedih ”B encana Alam.” Konser memang sejak 4 bulan lalu diakhiri lebih cepat, itu memang yang ingin dimaui oleh Iwan Fals & Tiga Rambu. ”Banyak yang protes tetangga kalau kelar acaranya dekat dengan magrib, menggangu ibadah” kata Iwan Fals. Rencananya konser akrab di PanggungKita di Leuwinangung akan dilaksanakan kembali tangga 15 November 2009. {} ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Iwan Fals : Masih banyak bayi yang tidak tahu bapaknya...

[BERITA] Musisi Iwan Fals, Sabtu, meminta masyarakat mendukung langkah pemerintah dalam memperbaiki beberapa sektor kehidupan agar lebih baik dari sekarang.

"Masih banyak bayi yang tidak tahu bapaknya, orang gila, pengkonsumsi narkoba, hutan yang terbakar. Ini adalah pekerjaan bersama, bukan hanya pemerintahan SBY," kata Iwan usai membuka musyawarah nasional Orang Indonesia (OI) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu.

Ia berharap, masyarakat sadar bahwa mereka terlibat dan ikut bertanggungjawab menjadikan Indonesia lebih baik.

"SBY hanya sebagai instrumen saja. Tetapi, masyarakat juga harus ikut melakukan pekerjaanya, bukan berdiri masing-masing, supaya Indonesia ke depan lebih baik," tegasnya.

Iwan berharap, baik pemerintah maupun masyarakat berperan aktif membuat bangsa ini menjadi lebih baik.

Iwan hadi dalam acara yang juga dihadiri beberapa pejabat daerah, diantaranya Wali Kota Kediri Samsul Ashar, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, K.H. Imam Yahya Machrus, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. (source: antara) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Rahasia Langgeng Iwan Fals - Yos

[BERITA] Kawin cerai di kalangan artis sudah semacam tren. Namun tidak untuk pasangan Iwan fals dan Rossana (biasa disapa Yos), keduanya langgeng dan rukun meski sudah hampir 30 tahun usia pernikahan.

Mau tahu rahasia langgengnya Iwan Fals dan Ros?

Ikhlas dan bersikap setia adalah salah satu kunci keharmonisan rumah tangga yang sudah dikarunia tiga orang anak ini.

"Menurut saya, Kalau sudah memilih untuk bersama ya harus pilih risiko dan menjalani bersama dan kita harus ikhlas. Apapun itu, kita harus ikhlas. Kalau hasilnya kecil ya harus ikhlas, kalau besar ya harus ikhlas karena itu rejeki kita," tutur Yos yang diamini Iwan saat ditemui di kediamannya di bilangan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (9/10) petang.

Sebagai penyanyi legendaris, tentu saja Iwan banyak dikerumuni penggemarnya, termasuk wanita. Namun baik Yos mau pun Iwan sudah hafal cara mengatasinya.

"Godaannya banyak. Apa lagi kalau ada cewek-cewek cakep. Sama saja, dia (Yos) juga kalau ada cowok-cowok cakep. Nggak itu bercanda," ujar Iwan seraya bercanda.

Sebagai sebuah keluarga, Iwan dan Yos selalu mementingkan kebutuhan keluarga. Keduanya tidak mau tergoda dengan keinginan masing-masing yang malah bisa membuat petaka.

"Ya, makanya kita harus berbuat yang baik-baik aja. Hidup ini cuma sementara. Makanya kita harus pilih yang baik, karena kalau dibikin susah kita sendiri yang merasakan. Apalagi dengan umur saya saat ini, ibaratnya tinggal menunggu di panggil, iya nggak?" sambung Iwan. [source : INILAH.COM] ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Arsip Bulanan

Sejak Februari 2007

Web Site Hit Counters

falsmania sedang online