| Data Diri | Biografi | Diskografi | Info Acara | Berita |  

    | 

« Kembali ke Muka | Kord Gitar : Sarjana Muda » | Kord Gitar : Kumenanti Seorang Kekasih » | Lirik Ekslusif : Suhu » | Kord Gitar : Kupu-kupu Hitam Putih » | Kord Gitar : Bongkar » | Lirik : Album Canda dalam Ronda » | Lirik : Album Sarjana Muda » | Lirik : Album Tiga Bulan » | IWAN FALS : DEWA DARI LEUWINANGGUNG » | IWAN FALS MENURUT IWAN FALS »

Lirik Singel Iwan Fals

Bunga Kehidupan
Iwan Fals (Single)

Tak ada waktu kita untuk berduka
Kenyataan ini tak bisa di hindari
Ayo hadapi tantangannya
Relakan kawan relalah
Semua ada hikmah

Kehancuran awal dari pertumbuhan
Semua sebab bunga kehidupan
Yang menangis hapus air mata mu
Kepedihan awal dari kebahagiaan

Tak ada waktu kita untuk berduka
Kenyataan ini tak bisa di hindari
Ayo hadapi tantangannya
Ikhlas kawan ikhlaslah
Semua ada hikmah
Ikhlaslah


Katakan Kita Rasakan

Iwan Fals & Artis Musica (Single)

Sisakan senyum
Sisihkan tawa
Ketika tangis terdengar
Cakar telinga kita

Hangatkan surya
Didarah ini
Relakan untuk mereka
Agar air mata pergi

Satukan kata dan rasa
Bersama singkirkan derita
Biarkan langkah berarti
Disekejap hidup ini

Katakan cinta
Rasakan duka
Katakan pasti kita rasakan
Segala penderitaan

Satukan kata dan rasa
Bersama singkirkan derita
Biarkan langkah berarti
Disekejap hidup ini


Percayalah Kasih
Iwan Fals, Jockie & Vina Panduwinata (Single)

Engkau datang
Saat bintang bintang ramah tersenyum
Malam pun terasa hangat
Kurasa ini didalam hati
Percayalah

Engkau datang
Saat sinar rembulan menyentuh tubuhku
Belaian lembut angin malam
Membawa sejuta kisah cinta
Percayalah kasih

Hadirlah kau
Kala diriku tak mampu berfikir
Senyummu membawa damai
Segala rasa gundah dihati
Menghilang pergi

Buang segala keraguan itu
Dan lupakan saja
Dengarkan isi hatiku sayang
Demi kepastian

Tak terasa begitu
Cepat waktu berlalu
Buahkan cerita indah

Jangan kita hancurkan
Mimpi mimpi yang hampir menjelma
Nyata

Tak kusangka
Engkau yang biasanya diam pasrah
Ternyata mampu berkata
Pergilah kau pergi dari sisiku
Lupakan aku

Maaf kasih
Sudah terlalu lama
Kita saling dusta

Maaf kasih
Tak mungkin ku bertahan
Semoga kau mengerti

Apapun yang kan kau kerjakan
Tak mudah bagiku
Untuk begitu saja percaya
Dan semua berlalu

Bila itu maumu
Tak mungkin kuhalangi
Apa yang kau kan ingini

Hanya satu pintaku
Sudahkah kau sadari
Betapa sia sianya waktu

Yang selama ini
Telah kita lalui
Penuh rasa cinta


Menangis
Iwan Fals & Franky S. (Single)

Malam malam di beranda
Menyanyikan malam
Denting gitar dan serangga
Menjaring kegalauan

Gesekan angin di daun
Mengajak untuk merenung
Cerita akhir tahun

Kegelapan menyelimuti
Bulan bintang tak bersinar
Awan mendung menutupi
Cahaya yang ditunggu

Kegelisahan yang menahun
Dan keluh kesah yang mewabah
Bilakah terhapus

Kemarin seorang ibu menangis
Memeluk bendera diatap rumahnya

Kemarin anaknya menangis
Melihat bapaknya menangis
Kemarin halilintar menangis
Kemarin lautan menangis
Kemarin bunga-bunga menangis
Kemarin anak negeri menangis

Kemarin anak-anak negeri menangis

Kemarin anak-anak negeri menangis
Kemarin anak-anak negeri menangis
Kemarin oh oh menangis
Kemarin anak-anak negeri menangis


Di Bawah Tiang Bendera
Iwan Fals, Franky S, Ian Antono & Artis Musica (Single 1996)

( Lagu ini tidak direkam untuk diedarkan secara komersial, melainkan hanya dibuat klipnya sebagai proyek "penyuluhan" bagi masyarakat. Diciptakan pada tahun 1996, dengan latar belakang peristiwa 27 Juli.)

Kita adalah saudara
Dari rahim ibu pertiwi
Ditempa oleh gelombang
Dibesarkan jaman
Di bawah tiang bendera

Dulu kita bisa bersama
Dari cerita yang ada
Kita bisa saling percaya
Yakin dalam melangkah
Lewati badai sejarah

Pada tanah yang sama
Kita berdiri
Pada air yang sama
Kita berjanji
Karena darah yang sama
Jangan bertengkar
Karena tulang yang sama
Usah berpencar

Indonesia
Indonesia
Indonesia

Mari kita renungkan
Lalu kita bertanya
Benarkah kita manusia
Benarkah ber Tuhan
Katakan aku cinta kau

Pada tanah yang sama
Kita berdiri
Pada air yang sama
Kita berjanji
Karena darah yang sama
Jangan bertengkar
Karena tulang yang sama
Usah berpencar

Indonesia
Indonesia
Indonesia


Oh
Iwan Fals & Fajar Budiman (Album Single 1994)

Aku tak tahu pasti
Apa isi hatinya
Bencikah dia padaku
Muakkah dia kepadaku

Tapi dia selalu ramah
Senyumnya menjamah
Menyentuh keinginanku
Untuk bergumul dengan hidupnya

Aduh lidah menjadi kelu
Ketika aku akan bicara
Mengungkap isi hati ini
Mengungkap hasratku ini

Malang hati
Bersemayam didada sang pengecut
Kalah wibawa
Kalah prabawa

Oh susahnya hidup
Urusan hati belum selesai
Rumah tetangga digusur raksasa
Pengusaha zaman merdeka

Air mata tetangga
Banjiri kepedihan rasaku
Suaranya gemuruh
Memecah ketentraman bumi

Aku tak tahu
Aku tak tahu
Yang aku tahu
Aku tak tahu


Orang Pinggiran
Iwan Fals, Ian Antono & Franky S. (Album Single 1995)

Orang pinggiran
Ada di trotoar
Ada di bis kota
Ada di pabrik pabrik

Orang pinggiran
Di terik mentari
Di jalan becek
Menyanyi dan menari

Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari

Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali

Orang pinggiran
Didalam lingkaran
Berputar putar
Kembali kepinggiran

Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari

Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali

Orang pinggiran
Bukan pemalas

Orang pinggiran
Pekerja keras

Orang pinggiran
Tidak mengeluh

Orang pinggiran
Terus melenguh


Terminal
Iwan Fals, Ian Antono & Franky S. (Album Single 1994)

Hangatnya matahari
Membakar tapak kaki
Siang itu disebuah terminal
Yang tak rapi

Wajah pejalan kaki
Kusut mengutuk hari
Jari jari kekar kondektur
Genit goda daki

Dari sebelah warung
Sebuah WC umum
Irama melayu terdengar
Akrab mengalun

Iringi deru mesin mesin
Iringi tangis yang kemarin

Bocah kurus tak berbaju
Yang tak kenal bapaknya
Tajam matamu
Liar mencari mangsa

Ramai para pedagang
Datang tawarkan barang
Ratap pengemis
Bak meriam dalam perang

Iringi deru mesin mesin
Iringi tangis yang kemarin
Iringi deru mesin mesin
Iringi tangis yang kemarin

Aku datangi kamu lewat lagu
(Kudatangi lewat lagu)
Kudatangi kamu
Langitku masih biru

Nyanyian duka nyanyian suka
Tarian duka tarian suka
Apakah ada bedanya?


Haruskah Pergi
Iwan Fals & Indra Lesmana ( 2006 )

Sering aku merasa
Tak mengerti dengan apa yang ada
Melihat dari kegelapan
Mencoba mengurai makna

Begitu banyak yang terjadi
Begitu banyak yang tak kupahami
Orang saling membenci
Membunuh dan melukai

Perang masih terjadi
Bencana bertubi tubi
Kerinduan tercampak
Kesepian merajai

Aku ingin pergi
Meninggalkan ini semua
Menemani senja
Yang sedang berduka

Aku harus pergi
Meninggalkan semua ini
Menemui kamu
Yang mengajak bercinta

Air mata nyaris jatuh
Di pelataran rumah yang teduh
Ayat-MU terkapar
Di lemari lemari berdebu

Ada apa gerangan
Mengapa mesti tergesa gesa
Tak bisakah tenang
Menikmati bulan penuh dan bintang

Lalu mengarungi waktu
Dengan lapar yang menyakitkan
Menyikapi semua
Dengan kesabaran

Aku ingin pergi
Meninggalkan ini semua
Menemani senja
Yang sedang berduka

Aku harus pergi
Meninggalkan semua ini
Menemui kamu
Yang mengajak bercinta


Selancar
Iwan Fals & Indra Lesmana ( 2006 )

Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya
Soal lama pergi soal baru datang
Bagai ombak bergulung sepanjang waktu
Kita mesti berselancar diatasnya atau tenggelam

Tak bisakah kita menerimanya
Sebagai satu kenyataan yang harus dihadapi
Tak bisakah kita bergembira karenanya
Agar hidup yang singkat ini jadi berarti

Selancari hidup sepanjang hari
Tarian maut bermahkota matahari

Menuju pantai kebahagiaan
Bersama hati yang suci

Kita rindukan ini semua
Lantas kenapa kita mesti bersedih

Bukankah ini yang kita cari
Semenjak purba hingga kini

Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya
Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya

Oh oh oh
Oh oh oh oh
Oh oh oh

Oh oh oh
Oh oh oh oh
Oh oh oh

Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya
Soal lama pergi soal baru datang
Bagai ombak bergulung sepanjang waktu
Kita mesti berselancar diatasnya atau tenggelam


Pak Tua ( Elpamas )
Karya: Pitat Haeng ‘aka’ Iwan Fals ( Single )

Kamu yang sudah tua apa kabarmu?
Katanya baru sembuh katanya sakit
Jantung ginjal dan encok sedikit saraf
Hati hati pak tua istirahatlah

Diluar banyak angin

Kamu yang murah senyum memegang perut
Badanmu semakin tambun memandang langit
Hari menjelang maghrib pak tua ngantuk
Istri manis menunggu istirahatlah

Diluar banyak angin

Pak tua sudahlah
Engkau sudah terlihat lelah oh ya
Pak tua sudahlah
Kami mampu untuk bekerja oh ya

Pak tua oh oh oh

Tidur pak?


Lagu Pemanjat
Iwan Fals ( Album Lagu Pemanjat 1996 )

Antara hidup dan mati
Tak kan pernah aku kembali
Niatku sudah terpatri
Antara hidup dan mati

Darah keringat di batu
Terikat tali kehidupan
Rasa takut dan ragu-ragu
Mengundang dewa kematian

Berada di ketinggian
Menjawab segala tekanan
Angin kencang sebagai godaan
Kita harus mampu bertahan

Lagu pemanjat
Bukan lagu orang sekarat
Lagu pemanjat
Lagu orang yang kuat

Lagu pemanjat
Bukan hanya sekedar kuat
Lagu pemanjat
Lagu jiwa yang liat

Dinding dingin tebing terjal
Terus melambai lambaikan tangannya
Memanggil aku untuk tetap memanjati
Kehidupan yang penuh dengan misteri

Sang jari menari
Jangan berhenti
Kupasrahkan diriku
DigenggamanMu

Sang nyali bernyanyi
Di ujung kaki
Kuikhlaskan hidupku
Ya kuikhlaskan


Mata Hati
Karya : Iwan Fals ( Album Single 1995 )

Dalam ku sendiri
Coba mengerti
Perjalanan ini
Tak terasa disini

Aku disampingmu
Begitu pasti
Yang tak kumengerti
Masih saja terasa sepi

Matahari yang beranjak pulang
Tinggal jingga tersisa di jiwa
Bintang bintang menyimpan kenangan
Kita diam tak bisa bicara

Hanya mata
Hanya hati
Hanya kamu
Hanya aku

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Arsip Bulanan

Sejak Februari 2007

Web Site Hit Counters

falsmania sedang online