| Data Diri | Biografi | Diskografi | Info Acara | Berita |  

    | 

« Kembali ke Muka | Iwan Fals di Indosiar, 8 Mei 2007 » | Iwan Fals di Global TV, 4 Mei 2007 » | Iwan Fals Bertemu Gesang » | Nada Sambung: Koleksi RBT Iwan Fals (4) » | Nada Sambung: Koleksi RBT Iwan Fals (3) » | Nada Sambung: Koleksi RBT Iwan Fals (2) » | Nada Sambung: Koleksi RBT Iwan Fals (1) » | Iwan Fals di Pacitan, 5 Mei 2007 » | Kord Gitar: Mabuk Cinta (Album 50:50, 2007) » | Kord Gitar: Yang Tercinta (Album 50:50, 2007) »

Kegelisahan Iwan Fals

[ARTIKEL] Beginilah Iwan Fals menempatkan diri di tengah belantika musik hari ini yang dimabok lagu-lagu cinta. Dalam album terbaru berjudul 50:50, Iwan bernyanyi tentang mabok cinta atau soal patah hati dikhianati pacar. Tapi, ia juga masih tegas menyuarakan kegelisahan sosial, termasuk soal kondisi negara sampai tragedi Munir.

Iwan diprotes orang-orang di sekitarnya gara-gara menyanyikan lagu cinta. "Hare gene masih sayang-sayangan," kata Iwan menirukan protes itu.

Iwan dalam album 50:50 (bisa dibaca fifty-fifty ) terbitan Musica membawakan enam lagu cinta yang, antara lain, melibatkan penggubah lagu yang tengah populer saat ini. Tersebutlah Mabuk Cinta gubahan Bongky BIP, Masih Cinta ciptaan Dewiq, Yang Tercinta karya Opick, dan Tak pernah Terbayangkan ciptaan Pongki Barata.

Penggunaan lagu dari penggubah lagu laris merupakan jurus klasik perusahaan rekaman, termasuk Musica. Chrisye pada awal 1980-an pernah membawakan lagu-lagu karya Ajie Soetama. Pada awal 2000-an Chrisye menyanyikan lagu Pongki. Musica menerapkan kiat serupa untuk Iwan sejak album In Collaboration With (2003), yang antara lain memuat lagu Pongki, Aku Bukan Pilihan. Kolaborasi lagu cinta itu bukan soal mudah bagi Iwan.

"Banyak peristiwa yang saya alami secara rohani. Tiba-tiba saya ditawari nyanyi lagu tentang lelaki yang tak mau diduakan. Wah...," kenang Iwan.

Tapi, Iwan mampu menginterpretasikan dengan prima lagu dari penggubah lain dan menjadikannya sebagai lagunya sendiri. Lagu Aku Bukan Pilihan terbukti populer lewat suara Iwan. Sebelumnya lagu tersebut pernah dibawakan penyanyi lain dan belum sempat populer.

Karena kemampuan vokal tersebut, Iwan oleh Musica pernah ditawar untuk diposisikan sebagai penyanyi "100%". Maksudnya, ia hanya menyanyi lagu karya seniman lain, berikut musiknya. Sempat terjadi tawar-menawar hingga pada posisi 70:30. Posisi 30 untuk Iwan.

Gelisah

"Tapi, di tengah jalan saya gelisah. Saya juga perlu bicara. Ada tsunami, masalah lumpur Sidoarjo, kondisi bangsa dan negara. Terus terang, persoalan-persoalan seperti itu mengaduk-aduk pikiran saya. Akhirnya kita 50:50," kata Iwan tentang sikap kreatifnya.

Iwan lalu menyodorkan stok lagunya yang jumlahnya tak kurang dari 300 lagu dan Musica memilih enam lagu.

"Musica mau tahu kalau saya gelisah dan mereka menerima gejolak hati saya," tutur Iwan yang ditemui di rumahnya di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Senin (30/4) siang.

Kegelisahan Iwan tentang nasib kondisi sosial di negerinya tertampung pada lagu-lagu seperti Rubah, Negara, dan Ikan-ikan. Dan satu lagu penghormatan untuk tokoh hak asasi manusia, Munir, yaitu Pulanglah.

Liriknya tetap khas dengan bahasa lugas, tanpa pretensi dindah-indahkan. seperti pada lagu Rubah, di sana ia menohok keras perubahan yang ternyata menghasilkan kebobrokan.

Simak seruan-seruan keras Iwan seperti: Zaman berubah perilaku tidak berubah; Pemerintah keasyikan berpolitik.. ngawur. Partai politik sibuk menuhankan uang...

Patah hati

Di samping lirik berbau protes itu, Iwan bisa melantunkan orang kasmaran dalam Mabuk Cinta yang dikemas dalam gaya reggae. Masih ada gaya nakal-nakalnya dan belum jatuh dalam kegenitan.

Ia juga melantunkan lagu dengan lirik, "Hari ini kau patahkan hatiku" dalam lagu Masih Bisa Cinta. Atau juga lirik romantis dalam Tak Pernah Terbayangkan: "Tak pernah terpikirkan bila kubernafas tanpa nafasmu." Iwan bahkan melantunkan lirik melankolis dalam lagu Yang Tercinta: "Tidurlah dalam pelukanku/ Lelaplah dalam mimpi indah."

Yang Tercinta boleh dibilang sebagai lagu paling melankolis di album ini—dan boleh jadi di album Iwan selama ini. Aransemen garapan Addie MS yang dimainkan Singapore Symphony Orchestra menjadikan lagu ini makin berkesan sendu. Iwan menginterpretasikan lirik sendu itu lewat vokal yang berkarakter jantan. Ia mencoba lembut dalam kekasaran warna vokal tanpa jatuh dalam atmosfer yang mengiba-iba.

"Saya mencoba masuk ke belakang lagu-lagu itu. Saya sebenarnya ingin nyanyi dengan cara Dewiq atau Opick, tapi tak bisa. Saya tidak mengalami, tapi hanya sebatas berempati. Kalau saya bilang ’Aku sayang kamu,’ seperti orang baru pacaran kan enggak lucu, he-he...," tutur Iwan yang didampingi Yos, istrinya.

Iwan tampak menyeimbangkan antara kepentingan industri dan integritas sebagai seniman. Ia bisa "mabuk cinta", tapi ia tak bisa menutup mata tentang nasib orang seperti guru Oemar Bakrie atau Munir. Iwan masih setia dengan kredo kesenimanannya yang pernah ia lantunkan dalam lirik: "Orang-orang harus dibangunkan....Aku bernyanyi menjadi saksi ..." (Oleh FRANS SARTONO, source: Kompas Minggu, 06 Mei 2007) ***

Labels:

[Baca Selengkapnya]

Arsip Bulanan

Sejak Februari 2007

Web Site Hit Counters

falsmania sedang online